Wall Street Berakhir Bervariasi, Ketegangan Timur Tengah Tekan Sentimen

- Rabu, 11 Maret 2026 | 07:35 WIB
Wall Street Berakhir Bervariasi, Ketegangan Timur Tengah Tekan Sentimen

Wall Street menutup sesi Selasa dengan catatan yang beragam. Dow Jones dan S&P 500 sedikit melemah, sementara Nasdaq nyaris tak bergerak. Keraguan investor jelas terasa, terombang-ambing antara kabar baik dan situasi genting di Timur Tengah. Meski harga minyak mulai mereda dari puncaknya, ketegangan geopolitik masih jadi momok menakutkan.

Indeks Dow Jones akhirnya merosot tipis, 34,29 poin, ke level 47.706,51. S&P 500 pun ikut tertekan, turun 0,21% ke posisi 6.781,48.

Di sisi lain, Nasdaq Composite berhasil bertahan di zona hijau. Kenaikannya memang sangat kecil, cuma 1,16 poin, tapi cukup untuk mencatatkan angka 22.697,10. Sektor teknologi, seperti biasa, jadi penyangga utama.

Sentimen sempat terangkat oleh pernyataan Donald Trump.

Presiden AS itu menyebut perang dengan Iran hampir berakhir.

Namun begitu, pernyataan itu seolah tak sejalan dengan realita di lapangan. Faktanya, AS justru disebut-sebut melancarkan serangan udara yang sangat intensif ke wilayah Iran. Jadi, mana yang harus dipercaya pasar? Kabar dari pemimpin atau laporan dari medan?

Ketidakpastian ini makin menjadi-jadi dengan terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Dia dikenal sebagai sosok konservatif garis keras. Banyak analis langsung khawatir. Kekhawatiran utamanya sederhana: dengan figur seperti ini, konflik berpotensi berkepanjangan dan jalan menuju meja perundingan damai akan terasa lebih berliku.

Pada akhirnya, pasar saham seperti sedang menahan napas. Mereka menunggu kejelasan yang tak kunjung datang, terjepit antara harapan dan kewaspadaan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar