Defisit APBN Januari 2026 Capai Rp54,6 Triliun, Menkeu: Masih Terkendali

- Senin, 23 Februari 2026 | 12:20 WIB
Defisit APBN Januari 2026 Capai Rp54,6 Triliun, Menkeu: Masih Terkendali

Strategi Akselerasi di Kuartal Pertama

Menteri Purbaya memberikan konteks penting terkait defisit yang muncul di awal tahun. Menurutnya, kondisi ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja. Tujuannya jelas: memastikan program-program strategis dapat segera diimplementasikan dan memberikan dampak ekonomi sedini mungkin.

Pendekatan ini, lanjut Purbaya, sejalan dengan peran APBN sebagai instrumen countercyclical atau penggerak ekonomi. Dalam situasi ketidakpastian global, anggaran negara diharapkan dapat menjadi motor yang menjaga stabilitas dan momentum pertumbuhan domestik.

Optimisme Menjaga Momentum Pertumbuhan

Di akhir paparannya, Purbaya menyampaikan optimisme bahwa pengelolaan fiskal yang kredibel akan mampu mendukung perekonomian sepanjang tahun 2026. Keyakinan ini berangkat dari prinsip kehati-hatian sekaligus responsif dalam kebijakan anggaran pemerintah.

Dengan demikian, laporan realisasi APBN Januari 2026 ini tidak hanya sekadar snapshot statistik, tetapi juga menggambarkan arah kebijakan fiskal pemerintah yang pro-aktif dan berorientasi pada pemulihan ekonomi berkelanjutan.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar