Donnarumma Bantah Isu Minta Bonus, Ungkap Luka Terbesar Setelah Italia Gagal ke Piala Dunia

- Kamis, 09 April 2026 | 23:50 WIB
Donnarumma Bantah Isu Minta Bonus, Ungkap Luka Terbesar Setelah Italia Gagal ke Piala Dunia

Gianluigi Donnarumma tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Kapten Timnas Italia itu akhirnya buka suara setelah negaranya gagal lagi, untuk ketiga kalinya beruntun, melangkah ke Piala Dunia. Kali ini, Bosnia & Herzegovina yang menjadi penghalang di babak playoff, menang lewat drama adu penalti.

Namun begitu, rasa sakit karena tersingkir rupanya bukan yang terberat bagi sang kiper. Ada hal lain yang justru lebih mengusik hatinya. "Yang paling menyakitkan buat saya adalah apa yang muncul setelah kegagalan itu," ujar Donnarumma, suaranya tegas. "Sebagai kapten, saya tidak pernah meminta 1 Euro pun dari Timnas Italia."

Ia dengan jelas menepis isu yang beredar tentang pemain yang dikabarkan meminta bonus selangit. Menurutnya, semua itu sama sekali tidak benar.

"Apa yang terjadi di tim nasional, seperti juga di kompetisi lain, adalah hadiah yang diberikan kepada pemain jika mencapai target. Tidak ada yang meminta apa pun kepada federasi," imbuh kiper Manchester City itu, menegaskan posisinya.

Bagi Donnarumma dan kawan-kawan, hadiah terbesar sebenarnya sederhana: tiket ke Piala Dunia 2026. Mimpi yang kini pupus. "Sayangnya, hal itu tidak terjadi," katanya. "Saya lebih tersakiti dengan komentar-komentar (negatif) dibandingkan hal-hal lain."

Kegagalan ini memang pahit. Italia sebelumnya juga absen di Piala Dunia 2018 dan 2022. Kini, di bawah asuhan Gennaro Gattuso, mereka kembali terjegal. Situasi yang berat, tapi harus dihadapi.

Di sisi lain, Donnarumma mencoba melihat ke depan. "Ini berat, tapi kami harus melangkah maju dengan kekuatan dan kesadaran Italia akan kembali dengan kuat, dengan lebih hebat," tandasnya. Semangatnya masih menyala, meski peluang berikutnya terasa jauh.

Jika Italia baru bisa lolos lagi di edisi 2030 nanti, Donnarumma akan berusia 31 tahun saat itu. Usia yang tidak lagi muda untuk seorang pesepakbola. Impiannya untuk berlaga di pesta sepakbola terbesar dunia, sekali lagi, harus tertunda cukup lama.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar