Kalau lagi di tengah krisis atau butuh pertolongan pertama di Masjid Nabawi, tahu arah dan akses itu penting banget. Salah satu yang mesti dicermati adalah pintu-pintu masuknya. Masjid ini punya banyak pintu, dan setiap pintu punya nomor serta kode warna sendiri-sendiri.
Biar jemaah bisa bergerak lebih lincah dan petugas bisa kasih layanan cepat, Kementerian Haji dan Umrah RI ngimbau kita semua untuk hafal warna pintu di Masjid Nabawi. Nggak cuma soal estetika, ini soal keselamatan dan efisiensi. Yuk, kita bedah satu-satu.
1. Pintu Hijau (Nomor 301–308, 365–370)
Letaknya di sisi selatan. Ini akses utama buat jemaah yang mau ziarah. Deket banget sama Makam Rasulullah dan Raudhah. Kalau ingetnya mau ziarah, ya inget warna hijau. Pintu ini sejajar dengan Sektor 5.
2. Pintu Ungu (Nomor 309–313)
Nah, kalau yang ini di sisi barat daya. Deket sama Masjid Al Ghamama dan Masjid Abu Bakar. Posisinya sejajar dengan Sektor 3, 4, dan 5. Oh iya, di pintu nomor 310 ada tempat ambil air zamzam dalam jumlah besar yang galon-galon gitu. Lumayan buat stok.
3. Pintu Biru (Nomor 344–364)
Sisi timur. Pintu ini mengarah ke Maqbarah Baqi tempat makam para sahabat. Selain itu, ada juga akses ke Bab Jibreel Health Care, tepatnya di UCC Level 2. Jadi kalau tujuan ke makam Baqi, ingetnya warna biru.
4. Pintu Oranye (Nomor 314–327)
Di sisi barat. Pintu ini mengarah ke Pasar Bilal dan Taman Saqifah. Sejajar dengan Sektor 3 dan 4. Buat yang hobi belanja atau sekadar jalan-jalan, oranye adalah temanmu.
5. Pintu Merah (Nomor 328–343)
Sisi utara. Ini mengarah ke pusat perbelanjaan dan area hotel banyak jemaah Indonesia yang nginep di sekitar sini. Sejajar dengan Sektor 1 dan 2. Kalau urusannya hotel dan belanja, ya jangan lupa warna merah.
Biar nggak muter-muter kayak orang kebingungan, simak panduan singkat ini:
- Pintu Merah (328–343) → Sisi Utara, dekat hotel dan pusat belanja.
- Pintu Oranye (314–327) → Sisi Barat, menuju Pasar Bilal.
- Pintu Ungu (309–313) → Barat Daya, tempat ambil zamzam galon.
- Pintu Hijau (301–308, 365–370) → Selatan, buat ziarah dan Raudhah.
- Pintu Biru (344–364) → Timur, akses ke Maqbarah Baqi dan layanan kesehatan.
Di sisi lain, ada satu hal lagi yang nggak kalah penting: gelang haji. Ini wajib dipakai selama di Tanah Suci. Fungsinya bukan sekadar aksesori, lho. Gelang ini nyimpen data penting jemaah, jadi kalau tiba-tiba terpisah dari rombongan, petugas bisa langsung bantu identifikasi. Proses pendampingan jadi lebih cepat dan tepat sasaran.
Gelang haji terbuat dari logam baja putih atau monel dan harus dipakai setiap saat. Informasi yang tertera di gelang haji tahun 2026 antara lain:
- Nomor kloter
- Nomor paspor
- Nomor maktab
- Tahun keberangkatan haji
- Tulisan tahun berangkat dan logo Kementerian Haji dan Umrah RI
- Tulisan "Indonesia" dalam aksara Arab
- Bendera Indonesia lengkap dengan kode embarkasi jemaah haji
Jadi, intinya: hafalkan warna pintu, jangan lupa gelang. Dua hal kecil ini bisa bikin perjalanan ibadah lebih aman dan nyaman. Semoga bermanfaat.
Artikel Terkait
Militer Israel Kepung Armada Bantuan Global Sumud Flotilla di Perairan Internasional Dekat Yunani
TNI Bantah Keras Kabar Penyerangan di Koramil Dekai, Tegaskan Hoaks
Menteri PPPA Usul Gerbong Khusus Wanita Dipindah ke Tengah Rangkaian KRL Usai Kecelakaan di Bekasi
Netflix Rilis Film Thriller Survival Apex, Kisahkan Perjuangan Pendaki di Alam Liar Australia