Lebih dari 10.000 Mahasiswa dari 10 PTN Mendaftar Seleksi Tim Ekspedisi Patriot 2026

- Rabu, 27 Mei 2026 | 04:45 WIB
Lebih dari 10.000 Mahasiswa dari 10 PTN Mendaftar Seleksi Tim Ekspedisi Patriot 2026

Antusiasme generasi muda terhadap program pengabdian di kawasan transmigrasi menunjukkan geliat baru. Sebanyak 10.539 peserta dari sepuluh perguruan tinggi mitra resmi mendaftar untuk mengikuti seleksi Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026, sebuah inisiatif Kementerian Transmigrasi yang bertujuan memperkuat sumber daya manusia dan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah transmigrasi.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan komitmennya untuk menjaring talenta terbaik. “Kami ingin the best of the best. Kami ingin yang terbaik dari yang terbaik, sehingga yang datang ke kawasan transmigrasi itu betul-betul adalah SDM unggul yang terseleksi oleh universitas terbaik,” ujarnya usai Rapat Pleno Hasil Penilaian dan Usulan TEP 2026 di Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026.

Lonjakan jumlah pendaftar ini, menurut Iftitah, menjadi sinyal positif meningkatnya kesadaran generasi muda untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan nasional. Kehadiran figur inovator muda di daerah terpencil dinilai menjadi kunci utama keberhasilan transformasi transmigrasi, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto. “Indonesia tidak kekurangan potensi, Indonesia kaya. Yang dibutuhkan adalah sumber daya manusia unggul yang hadir di kawasan-kawasan transmigrasi,” tegasnya.

Berdasarkan data kementerian, Universitas Indonesia mencatat jumlah peminat tertinggi dengan 1.249 pendaftar. Posisi berikutnya ditempati Universitas Gadjah Mada dengan 1.187 pendaftar dan Universitas Hasanuddin dengan 1.181 pendaftar. Universitas Airlangga menyusul dengan 1.157 pendaftar, disusul Institut Pertanian Bogor dengan 1.075 pendaftar, Universitas Brawijaya dengan 1.014 pendaftar, Universitas Diponegoro dengan 972 pendaftar, Universitas Padjadjaran dengan 952 pendaftar, Institut Teknologi Bandung dengan 872 pendaftar, serta Institut Teknologi Sepuluh Nopember dengan 700 pendaftar.

Para pelamar program ini berasal dari berbagai disiplin ilmu strategis, mulai dari pertanian, energi terbarukan, kehutanan, teknik lingkungan, tata ruang, manajemen kebencanaan, hingga ilmu sosial kependudukan. Kolaborasi lintas keilmuan ini sengaja dirancang pemerintah untuk memacu pembangunan wilayah penempatan secara komprehensif dan berkelanjutan.

Sementara itu, proses seleksi ketat direncanakan dimulai pada awal Juni 2026. Tahapan ini akan langsung diikuti dengan fase pembekalan intensif yang berfokus pada pengenalan karakteristik lingkungan di masing-masing universitas asal. “Sehingga mereka bisa betul-betul memiliki satu survival mode menghadapi luar biasa kekayaan Indonesia ini beserta dengan tantangannya, bencana, kemudian laut, kemudian juga tantangan-tantangan lainnya. Jadi nanti kami akan juga berikan pelatihan-pelatihan termasuk belajar juga dari tahun lalu, aspek kesehatan juga kami akan sangat perhatikan, baru nanti akan ada pembekalan, sekitar akhir Juli sebelum nanti mereka kami lepas,” jelas Iftitah.

Apabila seluruh rangkaian persiapan berjalan sesuai rencana, para personel terpilih dari Tim Ekspedisi Patriot 2026 dijadwalkan bertolak secara serentak ke 53 titik kawasan transmigrasi target pada akhir Juli mendatang.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar