Di awal Ramadan tahun ini, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep memilih Banten sebagai tujuan pertamanya. Tepatnya di Kabupaten Pandeglang, Kamis lalu, ia menyambangi dua pondok pesantren dalam rangkaian safari Ramadan partainya.
Kunjungan pertama adalah ke kediaman Abuya Muhtadi, seorang ulama kharismatik yang juga mengasuh Pondok Pesantren Roudotul Ulum di Cidahu. Suasana hangat dan penuh hormat terasa di sana. Usai dari sana, rombongan tidak berhenti. Mereka melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Menes, menuju Pondok Pesantren Fathul Ma'ani.
Kaesang tidak sendirian. Dalam kunjungan silaturahmi ini, ia didampingi sejumlah petinggi partai. Ada Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali, lalu Ian Pribadi selaku Ketua Dewan Pembina PSI Banten, plus beberapa pengurus lainnya.
Menurut Ahmad Ali, momen Ramadan ini dimanfaatkan betul oleh PSI untuk memperkuat hubungan dengan dunia pesantren dan para ulama. "Kan bulan suci Ramadan, bulan yang baik," ujarnya. "Ya kami datangi tempat-tempat yang baik, berharap dapat berkah dari Allah SWT."
Bagi Ali, agenda seperti ini bukan sekadar seremonial. Ia melihatnya sebagai sarana belajar yang penting bagi para kadernya. "Saya selalu sampaikan ke kader PSI, jadikan pondok pesantren ini tempat belajar," tegasnya.
Terutama, lanjut Ali, ketika rasa lelah menghadapi kerja-kerja politik mulai muncul. "Jadikan ulama dan kiai sebagai guru."
Di sisi lain, Ali juga menekankan satu hal yang ia anggap krusial. Dalam pandangannya, ulama harus tetap menjadi rujukan utama agar tidak terjadi perbedaan tafsir yang ujung-ujungnya malah bikin gaduh. Namun begitu, ia mengingatkan agar garis itu tidak sampai kabur.
"Jangan pernah kiai dan pondok pesantren dijadikan alat politik," katanya dengan nada tegas. Baginya, tujuan memenangkan partai tidak boleh menunggangi institusi yang seharusnya menjadi mercusuar ilmu dan akhlak.
Secara keseluruhan, kunjungan ke Abuya Muhtadi dan Ponpes Fathul Ma'ani ini menjadi pembuka rangkaian safari Ramadan PSI. Sebuah langkah awal yang sarat dengan nuansa silaturahmi dan, tentu saja, pembelajaran.
Artikel Terkait
Gempa M 7,7 Guncang Laut Sulawesi, Sejumlah Daerah Berstatus Siaga Tsunami
Dari Iseng Saat Pandemi, Kopi Toejoean Raup Omzet Puluhan Juta Berkat Binaan BRI
Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Filipina, Jepang Keluarkan Peringatan Tsunami dan BMKG Deteksi Gelombang di Indonesia
BMKG Konfirmasi Tsunami Setinggi 0,19 Meter Terdeteksi di Tiga Wilayah Usai Gempa M 7,7 di Filipina