Berdasarkan catatan sementara, arus mudik diperkirakan akan memuncak pada akhir pekan ketiga Maret 2026. Tanggal 23 Maret memimpin dengan lebih dari 117.600 penumpang, disusul tanggal 24 Maret dengan sekitar 114.700 penumpang. Tanggal 19 dan 18 Maret juga mencatat angka di atas 105.000 pemesan.
Meski demikian, pihak KAI menegaskan bahwa masih banyak pilihan tanggal lain dengan ketersediaan kursi yang cukup. Masyarakat yang belum memesan tiket disarankan untuk segera memeriksa jadwal dan tidak terpaku hanya pada tanggal-tanggal puncak tersebut.
Okupansi dan Kesiapan Layanan
Secara keseluruhan, dari total sekitar 3,87 juta tempat duduk yang disiapkan untuk angkutan Lebaran, telah terjual lebih dari 1,62 juta tiket. Angka ini mencerminkan tingkat okupansi atau keterisian kursi sementara sebesar 41,86 persen.
Anne Purba memberikan konfirmasi lebih rinci. "Sebanyak 1.621.413 tiket telah terjual dari total 3.872.810 tempat duduk yang disiapkan. Tingkat okupansi sementara berada di angka 41,86 persen," jelasnya.
Data ini menjadi indikator penting bagi operator dalam memantau distribusi penumpang dan memastikan kesiapan operasional. Dengan pemantauan yang ketat, diharapkan layanan transportasi kereta api selama periode mudik nanti dapat berjalan lancar dan nyaman bagi seluruh penumpang.
Artikel Terkait
Arab Saudi Resmi Tutup Visa Haji Furoda untuk Tahun 2026
Pemerintah Izinkan Maskapai Naikkan Fuel Surcharge hingga 38% Imbas Harga Avtur Melonjak
Pemerintah Tegaskan WFH untuk Swasta Hanya Imbauan, Bukan Kewajiban
Heineken Gelar Kampanye Fans Have More Friends, Tawarkan 7 Tiket ke Final Liga Champions