Trump Tegaskan Pasukan AS Tak Akan Ditarik dari Iran Sebelum Kesepakatan Dipatuhi

- Jumat, 10 April 2026 | 04:45 WIB
Trump Tegaskan Pasukan AS Tak Akan Ditarik dari Iran Sebelum Kesepakatan Dipatuhi

Washington Lewat unggahan di Truth Social, Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas. Presiden Amerika Serikat itu menegaskan pasukan militernya tak akan pergi dari wilayah Iran dalam waktu dekat. Mereka akan tetap berada di sana, lengkap dengan segala persenjataan, sampai kesepakatan yang sudah dibuat benar-benar dijalankan sepenuhnya.

Menurut Trump, seluruh aset tempur kapal perang, pesawat, personel ditambah lagi amunisi dan persenjataan tambahan, akan terus siaga di kawasan itu. Status siaga ini berlaku hingga implementasi perjanjian dipastikan berjalan.

“Seluruh kapal, pesawat, dan personel militer kami, bersama amunisi dan persenjataan tambahan, akan tetap berada di dalam dan sekitar Iran hingga kesepakatan yang sebenarnya telah dicapai sepenuhnya dipatuhi,” ujarnya, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis, 9 April 2026.

Namun begitu, ancaman juga disampaikan. Trump memperingatkan kemungkinan eskalasi jika kesepakatan itu diingkari.

“Jika karena alasan apa pun hal itu tidak terjadi, meskipun sangat kecil kemungkinannya, maka pertempuran akan dimulai lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat dari yang pernah disaksikan siapa pun sebelumnya,” kata Trump.

Ia lalu menyinggung soal isu nuklir. Trump mengklaim kesepakatan mengenai larangan senjata nuklir sebenarnya sudah lama dicapai, meski ada narasi yang menyesatkan beredar. “Tidak ada senjata nuklir, dan Selat Hormuz akan tetap terbuka serta aman,” tegasnya.

Di sisi lain, kondisi militer AS digambarkannya dalam keadaan siap tempur. “Sementara itu, militer kita yang hebat sedang mempersiapkan diri dan beristirahat, bahkan menantikan langkah berikutnya,” tambahnya. Ada nuansa waspada, tapi juga percaya diri, dalam nada pernyataannya.

Latar belakang pernyataan ini adalah gencatan senjata dua pekan yang diumumkan AS dan Iran pada Selasa lalu. Gencatan itu dimaksudkan sebagai langkah awal menuju kesepakatan akhir, untuk mengakhiri perang yang dimulai Washington dan Israel terhadap Teheran sejak 28 Februari. Konflik itu sendiri sudah menelan banyak korban jiwa dan luka-luka.

Menariknya, pengumuman gencatan senjata itu muncul nyaris di detik-detik terakhir. Waktunya kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu yang sebelumnya berulang kali diperpanjang oleh Trump. Ia sebelumnya memberi ultimatum: Iran harus membuka kembali Selat Hormuz dan menerima kesepakatan, atau bersiap menghadapi kehancuran besar.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar