Kabar duka datang dari PT Envy Technologies Indonesia Tbk. Muliandy Nasution, yang menjabat sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen perusahaan, meninggal dunia pada 10 Januari 2026 lalu.
Rasa duka cita itu disampaikan langsung oleh jajaran direksi. Dalam keterbukaan informasi yang dirilis Senin (12/1), Direktur Utama ENVY, Dato' Sri Mohd Sopiyan bin Mohd Rashdi, menyatakan rasa kehilangan yang mendalam.
"Perseroan menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Muliandy Nasution serta penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi Almarhum selama menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di perseroan," tulisnya.
Soal siapa yang akan mengisi posisi yang ditinggalkan almarhum, manajemen sudah punya rencana. Mereka memutuskan bahwa susunan Dewan Komisaris yang baru akan dibahas dan ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mendatang. Semua ini, tentu saja, akan mengikuti aturan yang berlaku.
Sebelum bergabung dengan ENVY, karir Muliandy Nasution sudah cukup mumpuni. Pria ini pernah memegang tampuk pimpinan di FATH CAPITA sebagai CEO & Managing Partner. Ia juga aktif di organisasi keprofesian, pernah menjabat sebagai Deputi Ketua IV Keprofesian BKTI-PII.
Di sisi lain, kepemilikan saham ENVY sendiri cukup beragam. Mayoritas saham, tepatnya 86,675 persen, dipegang oleh Masyarakat Non Warkat. Kemudian ada PT Envy Manajemen Konsultansi dengan 7,24 persen dan Weiser Global Capital Markets Ltd yang memegang lebih dari 6 persen. Sementara itu, Saham Treasury hanya sekitar 0,075 persen.
Perusahaan teknologi ini juga mengembangkan sayap bisnisnya melalui beberapa anak usaha. Tercatat ada tiga perusahaan di bawah kendali ENVY dengan kepemilikan saham di atas 70 persen: PT Envy Kapital Internasional, PT Envy Unity Indonesia, dan PT Ritel Global Solusi.
Artikel Terkait
Ancol Catat Kerugian Rp38,4 Miliar di Kuartal I 2026 Meski Libur Lebaran
Harga Emas Antam Turun Rp5.000 per Gram, Buyback Tetap Stagnan
Menkeu Purbaya Tolak Tawaran Pinjaman IMF, Sebut Ketahanan Fiskal Masih Kuat
Astra Graphia Bagikan Dividen Rp325 Miliar, Melebihi Laba Bersih 2025