IHSG Ditutup Melemah Tipis 0,03%, Saham DEFI dan KRYA Melonjak di Atas 34%

- Kamis, 16 April 2026 | 16:40 WIB
IHSG Ditutup Melemah Tipis 0,03%, Saham DEFI dan KRYA Melonjak di Atas 34%

Perdagangan saham Kamis sore ini ditutup dengan sentuhan merah tipis. IHSG, barometer utama pasar modal kita, merosot 2,21 poin ke level 7.621,38. Penurunan itu memang kecil, cuma 0,03 persen, tapi cukup untuk mengubah suasana.

Di dalam papan perdagangan, pergerakannya cukup beragam. Saham yang naik jumlahnya lebih banyak, yakni 385 emiten. Namun, tekanan jual tetap terasa pada 326 saham lainnya, sementara 248 saham memilih diam tak bergerak.

Kalau dilihat dari aktivitasnya, pasar hari ini cukup sibuk. Volume perdagangan mencapai 37,19 miliar saham dengan nilai transaksi yang tak main-main: Rp17,88 triliun. Frekuensinya pun tinggi, tembus 2,58 juta kali transaksi. Sementara itu, total kapitalisasi pasar bertengger di angka Rp13.584 triliun.

Namun begitu, tekanan sektoral terlihat jelas. Lima dari sebelas indeks sektoral harus mengakhiri hari di zona merah. Sektor-sektor yang tertekan itu antara lain energi, konsumer siklikal, infrastruktur, properti, dan bahan baku.

Di tengah pelemahan IHSG, beberapa saham justru mencatatkan lonjakan fantastis. Posisi puncak gainers diduduki oleh DEFI (Danasupra Erapacific) yang melesat 34,44% ke Rp121. Di belakangnya, KRYA (Bangun Karya Perkasa Jaya) tak kalah perkasa dengan kenaikan 34,33% ke Rp90. LABA (Green Power Group) juga ikut meroket, naik 34,19% ke level Rp157.

Di sisi lain, ada juga saham-saham yang terpukul cukup dalam. PSDN (Prasidha Aneka Niaga) tercatat sebagai loser utama dengan penurunan 14,73% ke Rp191. SDMU (Sidomulyo Selaras) dan SMIL (Sarana Mitra Luas) juga ikut terpuruk, masing-masing anjlok 14,66% dan 14,55%.

Begitulah ringkasan pergerakan pasar hari ini. Sentimen campur aduk, dengan koreksi tipis yang mungkin jadi bahan pertimbangan untuk sesi perdagangan besok.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar