Prabowo Ungkap Utang Luar Negeri Indonesia Lebih Rendah dari Arab Saudi dan Rusia, Begini Faktanya!

- Senin, 08 Januari 2024 | 05:00 WIB
Prabowo Ungkap Utang Luar Negeri Indonesia Lebih Rendah dari Arab Saudi dan Rusia, Begini Faktanya!

murianetwork.com - Dalam perdebatan capres di Istora Senayan, semalam, Prabowo Subianto menyoroti fakta menarik terkait utang luar negeri (ULN) Indonesia.

 

Prabowo menyatakan bahwa ULN negara Arab Saudi dan Rusia tersebut terhadap produk domestik bruto (PDB) masing-masing berada di bawah Indonesia.

 

Pernyataan ini telah diverifikasi oleh murianetwork.com dan dinyatakan benar.

 

Baca Juga: Debat Capres 2024: Anies Singgung Tanggapan Prabowo Soal Membangun SDM Guna Memperkuat Pertahanan Indonesia dari Serangan Siber

 

Menurut data dari Kementerian Keuangan atas pernyataan Sri Mulyani, bahwa ULN Arab Saudi mencapai sekitar 24,8% terhadap PDB pada 2022.

 

Sementara Rusia memiliki rasio sekitar 16,2%.

 

Di sisi lain, ULN Indonesia pada tahun yang sama mencapai 39,6% terhadap PDB.

 

Baca Juga: Peneliti Jerman Telusuri Jejak Kuntilanak Hingga Datang ke Indonesia

 

Data terbaru pada triwulan III 2023 menunjukkan angka sekitar 28,9%.

 

Hal tersebut sesuai antara penyataan Menteri Keuangan dan yang dikatakan Prabowo adalah benar.

 

Dengan menyebutkan bahwa rasio utang pemerintah Indonesia berada di bawah Arab Saudi dan Rusia dalam kategori negara G20.

 

Baca Juga: Beredar Video Prabowo 'Gemoy' Saat Interupsi Anies di Debat Capres, Netizen: Kocak!

 

Sri Mulyani mengungkapkan fakta ini dalam sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 16 Januari 2023.

 

Ia menyebutkan bahwa rasio utang pemerintah Indonesia sebesar 39,6%, lebih rendah dari Korea Selatan yang berada di posisi keempat dengan 54,1%.

 

Namun, rasio utang Indonesia lebih tinggi dari Arab Saudi (24,8%) dan Rusia (16,2%), yang menjadi negara dengan utang paling kecil di antara anggota G20 dan ASEAN.

 

Baca Juga: Ramalan Zodiak Leo, Hari Ini Senin, 8 Januari 2024: Peluang Baru Akan Menghampiri  

 

Pernyataan Menteri Keuangan memberikan konteks lebih lanjut tentang posisi Indonesia dalam lingkup utang luar negeri dan memperkuat keabsahan informasi yang diungkapkan Prabowo.***

Artikel ini telah lebih dulu tayang di: suaramerdeka.com

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar