Suasana Estadio do Dragao Jumat malam itu tegang. Di laga leg pertama perempat final Liga Europa, FC Porto yang diunggulkan justru harus puas berbagi angka dengan Nottingham Forest. Skor 1-1 itu, bagi banyak pengamat, adalah hasil yang mengejutkan. Tapi bagi The Forest, itu adalah poin krusial yang dicuri dari kandang lawan yang sulit.
Porto langsung menancapkan dominasi sejak awal. Tekanan mereka terbayar cepat. Baru menit ke-11, William Gomes sudah membobol gawang Stefan Ortega. Umpan matang Gabri Veiga diselesaikannya dengan sempurna, membahana di sudut kanan gawang. Sorak pendukung tuan rumah menggema.
Namun begitu, keunggulan itu seperti kembang api. Cepat muncul, lalu padam. Hanya dua menit berselang, bencana menghampiri lini belakang Porto. Bek muda Martim Fernandes, mungkin karena panik, justru menjebak kipernya sendiri dengan sundulan yang meleset masuk ke gawangnya. Gol bunuh diri di menit ke-13 itu menyamakan kedudukan. Dan skor 1-1 itu bertahan hingga akhir, meski pertarungan masih panas.
Di sisi lain, kunci hasil imbang ini jelas terletak di pertahanan Nottingham Forest. Mereka memang tak menguasasi bola, tapi disiplin mereka luar biasa. Murillo, sang bek tengah, tampil seperti batu karang. Setiap serangan Porto seakan mentok di sana. Belum lagi kiper Stefan Ortega yang beberapa kali melakukan penyelamatan penting. Duet mereka bagaikan tembok kokoh yang sulit ditembus.
Vitor Pereira, pelatih Forest, pasti puas dengan mental anak asuhnya. "Kami datang ke sini dengan rencana yang jelas dan para pemain menjalankannya dengan sempurna," katanya usai laga.
Francesco Farioli dari Porto terlihat sedikit kecewa. "Kami menciptakan banyak peluang, tapi satu kesalahan fatal merusak segalanya. Ini sepak bola. Sekarang kami harus bangkit untuk leg kedua," ujarnya.
Artikel Terkait
Bea Cukai dan Pajak Segel Empat Kapal Asing di Pantai Mutiara Diduga Selewengkan Fasilitas
Banyuwangi Catat Inflasi Terendah di Maret 2026 Meski Ada Tekanan Ramadan
WFH Aparatur Pemerintah: Disiplin dan Digitalisasi Kunci Jaga Kualitas Pelayanan Publik
Imigrasi Amankan Tiga Warga Australia Masuk Ilegal ke Merauke via Pesawat Pribadi