Kalau ngomongin urusan usaha, rasanya hampir semua pebisnis pernah dengar istilah "biaya tetap". Intinya sih, biaya yang jumlahnya nggak bakal bergerak, mau kondisi perusahaan lagi naik daun atau sebaliknya. Pokoknya, harus tetap dikeluarkan.
Nah, dalam pengelolaan keuangan perusahaan, komponen ini punya peran yang cukup krusial. Biaya tetap ini harus dibayar, apapun yang terjadi. Lalu, sebenarnya apa sih fixed cost itu?
Memahami Biaya Tetap
Menurut penjelasan di klikpajak.id, fixed cost itu adalah pengeluaran yang nilainya konsisten. Gampangnya, perusahaan mengeluarkan duit dengan jumlah yang sama persis, tidak peduli apakah produksi lagi tinggi atau rendah.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga punya definisi serupa. Mereka menyebut biaya tetap sebagai pengeluaran perusahaan yang besarnya tidak terpengaruh langsung oleh naik-turunnya kegiatan operasional.
Tapi jangan salah, biaya tetap juga bisa berubah, lho. Namun begitu, perubahannya nggak terjadi dalam waktu singkat. Butuh waktu lama, bahkan bisa tahunan, untuk menyesuaikannya. Contoh yang paling gampang? Gaji karyawan tetap, sewa gedung, pajak properti, sampai premi asuransi.
Ciri Khas yang Mudah Dikenali
Biaya tetap punya karakteristik utama yang membedakannya dari jenis biaya lain. Pertama, ia tidak tergantung pada volume produksi atau penjualan. Mau jualan satu unit atau seribu, biaya sewa bulanan ya segitu-segitu aja.
Kedua, pembayarannya bersifat periodik dan terjadwal. Ketiga, karena sifatnya yang pasti, biaya ini jadi pondasi penting dalam perencanaan keuangan jangka panjang perusahaan.
(Ilustrasi. Foto: Freepik)Bagaimana Menetapkannya?
Umumnya, biaya tetap lahir dari sebuah perjanjian atau kontrak yang disepakati kedua belah pihak. Misalnya kontrak sewa tiga tahun atau perjanjian gaji karyawan. Setelah disetujui, nominalnya akan bertahan selama jangka waktu kontrak berlangsung.
Nah, biaya apa saja yang biasanya masuk kategori ini? Daftarnya cukup panjang:
- Gaji karyawan tetap.
- Pembayaran pajak properti.
- Uang sewa kantor atau pabrik.
- Premi asuransi.
- Biaya penyusutan (depresiasi) aset.
- Beban bunga pinjaman.
- Biaya promosi rutin.
- Tagihan listrik dan air meski agak fluktuatif, sering dianggap fixed.
- Amortisasi.
- Dan tak ketinggalan, beban legal atau hukum.
Dengan sifatnya yang stabil dalam jangka panjang, perusahaan bisa lebih leluasa menyusun strategi dan anggaran. Jadi, perencanaan keuangan jadi lebih terprediksi.
Ternyata, Jenisnya Beragam
Biaya tetap ternyata nggak cuma satu macam. Setidaknya ada tiga jenis yang perlu diketahui.
Pertama, ada yang namanya discretionary fixed cost atau biaya tetap diskresi. Ini adalah pengeluaran yang bisa dikurangi atau bahkan dihapus sama sekali kalau kondisi lagi nggak memungkinkan. Contohnya anggaran untuk pelatihan karyawan.
Kedua, committed fixed cost. Nah, ini kebalikannya. Biaya ini wajib dikeluarkan dan sulit untuk dihilangkan karena menyangkut operasional inti. Sewa dan gaji pokok masuk di sini.
Terakhir, separable fixed cost. Sesuai namanya, biaya ini bisa dipisahkan dan dialokasikan ke departemen atau cabang tertentu. Misalnya, biaya manajer yang khusus menangani satu divisi.
Langkah Perhitungannya
Setelah paham teorinya, tentu kita perlu tahu cara menghitungnya. Salah satu rumus yang umum dipakai adalah:
- Biaya Tetap = Total Biaya Produksi – (Biaya Variabel per Unit x Jumlah Unit Diproduksi)
Beberapa catatan penting sebelum menghitung. Pastikan kamu sudah mengelompokkan mana biaya tetap dan mana biaya variabel dengan benar sejak awal. Ini biar nggak tercampur.
Lalu, perhatikan urutan hitungnya. Kalikan dulu komponen yang di dalam kurung yaitu biaya variabel per unit dengan jumlah produksi. Hasil perkalian itu baru dikurangkan dari total biaya produksi.
Dengan begini, perhitungannya akan lebih akurat dan membantu pengambilan keputusan.
Artikel Terkait
Polisi Tanggamus Tangkap Lima Pemburu Rusa Sambar di Kawasan Hutan Konservasi
Vinicius Junior Tegaskan Real Madrid Klub Impian, Tak Buru-buru Perpanjang Kontrak
TNI AL Temukan Kandungan Logam Tanah Jarang dan Unsur Radioaktif di 25 Kontainer Ilegal Batam
Pria Tenggelam Saat Cuci Usus Sapi Kurban di Anak Sungai Musi Palembang