Di tengah hiruk-pikuk politik Venezuela yang sedang panas, aktivitas ekspor mobil Toyota dari Indonesia ternyata masih berjalan seperti biasa. Hal ini ditegaskan langsung oleh Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Nandi Julyanto. Menurutnya, selama pemerintah interim di sana masih berjalan, operasi mereka tak terganggu.
“So far kita tidak ada perubahan karena juga pemerintah yang sementara dibentuk itu kan masih dilanjutkan,” ujar Nandi saat ditemui di Jakarta, Senin malam lalu.
“Sehingga sampai saat ini kita tidak ada pengaruh,” tambahnya.
Meski begitu, Nandi mengaku tetap waspada. Situasi politik di negara Amerika Selatan itu memang masih labil. Ia berharap gejolak itu tidak merembet ke ranah perdagangan internasional, termasuk dengan Indonesia. Namun, ada satu hal lain yang justru lebih membuatnya khawatir.
“Mudah-mudahan sih tidak ada pengaruh, ya,” harapnya.
“Justru yang lebih dikhawatirkan itu soal tarif karena akan mempengaruhi keseimbangan. Nah itu yang kita masih wait and see,” terang Nandi.
Kekhawatirannya beralasan. Krisis geopolitik sering memicu langkah defensif negara-negara, seperti penetapan tarif baru untuk produk impor. Imbasnya bisa ke mana-mana, termasuk ke Indonesia. Nandi menjelaskan, isu tarif ini berpotensi berdampak luas, bukan hanya untuk satu negara.
Artikel Terkait
Rencana Gaza Trump Picu Ancaman Mundur dari Kabinet Netanyahu
Veloz Hybrid Cetak 4.000 Pesanan, Toyota Siapkan Tiga Model Baru di IIMS
Jenazah Sandera Terakhir Ditemukan, Janji Netanyahu Soal Rafah Masih Menggantung
Gaikindo Belum Berani Tancap Gas, Target Penjualan Mobil 2026 Masih Mengambang