Di tengah hiruk-pikuk politik Venezuela yang sedang panas, aktivitas ekspor mobil Toyota dari Indonesia ternyata masih berjalan seperti biasa. Hal ini ditegaskan langsung oleh Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Nandi Julyanto. Menurutnya, selama pemerintah interim di sana masih berjalan, operasi mereka tak terganggu.
“So far kita tidak ada perubahan karena juga pemerintah yang sementara dibentuk itu kan masih dilanjutkan,” ujar Nandi saat ditemui di Jakarta, Senin malam lalu.
“Sehingga sampai saat ini kita tidak ada pengaruh,” tambahnya.
Meski begitu, Nandi mengaku tetap waspada. Situasi politik di negara Amerika Selatan itu memang masih labil. Ia berharap gejolak itu tidak merembet ke ranah perdagangan internasional, termasuk dengan Indonesia. Namun, ada satu hal lain yang justru lebih membuatnya khawatir.
“Mudah-mudahan sih tidak ada pengaruh, ya,” harapnya.
“Justru yang lebih dikhawatirkan itu soal tarif karena akan mempengaruhi keseimbangan. Nah itu yang kita masih wait and see,” terang Nandi.
Kekhawatirannya beralasan. Krisis geopolitik sering memicu langkah defensif negara-negara, seperti penetapan tarif baru untuk produk impor. Imbasnya bisa ke mana-mana, termasuk ke Indonesia. Nandi menjelaskan, isu tarif ini berpotensi berdampak luas, bukan hanya untuk satu negara.
“Jadi isu sebenarnya nanti tarif-tarif itu, semua negara akan punya tarif yang mana itu bukan hanya kita yang kena,” paparnya dalam kesempatan terpisah.
“Misalnya China bisa saja terdampak kalau tidak punya trade agreement, makanya kita upayakan itu beberapa tahun lalu.”
Sebagai contoh, Indonesia sudah punya perjanjian dagang dengan Peru. Untuk Venezuela, pemerintah disebut sedang menggenjot koordinasi antar kementerian agar perjanjian serupa bisa segera terwujud. Langkah ini penting untuk mengamankan posisi ekspor.
Lalu, seberapa besar ekspor Toyota ke Venezuela? Data dari Gaikindo menunjukkan, hanya Toyota yang mengirimkan dua modelnya ke sana: Yaris Cross dan Wigo (atau Agya untuk pasar domestik).
Sepanjang Januari hingga November 2025, tercatat 1.008 unit Yaris Cross tipe G berhasil dikirim. Angka untuk Wigo jauh lebih besar, mencapai 5.971 unit. Jumlah yang tidak sedikit.
Venezuela sendiri sedang jadi sorotan dunia setelah Presiden Nicolas Maduro ditahan AS terkait dugaan pelanggaran HAM dan koneksi kartel narkoba. Situasi ini sampai membuat Toyota Motor Corporation mengimbau karyawannya untuk bekerja dari rumah. Tapi, dari sisi ekspor Indonesia, roda bisnis setidaknya untuk saat ini masih terus berputar.
Artikel Terkait
Kanselir Jerman Kecam AS dan Israel karena Meremehkan Kekuatan Iran
Transjakarta Sediakan Shuttle Gratis untuk Penumpang KRL Terdampak Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur
Lima Tim Kuda Hitam yang Siap Jadi Kejutan di Piala Dunia 2026
Wagub Jakarta Rano Karno Melayat Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Pastikan Bantuan Pemprov Mengalir