Bukan cuma soal prestasi. Kusnaeni menekankan bahwa Herdman adalah seorang konseptor ulung. Figur ini dinilai sukses membangun sepakbola Kanada dari bawah, mengubahnya jadi tim yang disegani di Amerika Utara bahkan dunia. Proyek-proyek jangka panjangnya dianggap kunci keberhasilan.
Di sisi lain, ada hal lain yang tak kalah penting: kejelasan filosofi. Herdman dikenal menyukai sepakbola dengan pressing intens, aliran bola cepat, dan transisi yang eksplosif. Gaya itu, kata Kusnaeni, agak mirip dengan apa yang pernah diterapkan Shin Tae-yong dulu.
“Konsepnya dalam menangani timnas bertumpu pada pengembangan potensi pemain lokal digabung dengan rekrutmen pemain berkualitas dari berbagai sumber,” jelasnya lagi.
“Itu cocok dengan situasi Indonesia saat ini,” tambah Kusnaeni.
Nah, debut Herdman bersama Timnas Indonesia akan segera kita saksikan. Ia akan memimpin tim dalam FIFA Series 2026 di Jakarta, 23-31 Maret mendatang. Sebagai tuan rumah, Indonesia dijadwalkan menghadapi tiga tim dari benua berbeda: Bulgaria (Eropa), Kepulauan Solomon (Oseania), dan St. Kitts and Nevis (Amerika). Pertandingan-pertandingan itu tentu akan jadi ujian pertama yang menarik.
Artikel Terkait
Gaikindo Belum Berani Tancap Gas, Target Penjualan Mobil 2026 Masih Mengambang
Nadiem Sindir Tudingan Mufakat Jahat: Saya Lebih Sering Ketemu Microsoft daripada Google
CAS Izinkan Tujuh Naturalisasi Malaysia Main Lagi, Hukuman FIFA Ditangguhkan
Whoosh Kian Diminati Turis Asing, Penumpang Mancanegara Melonjak 60 Persen