Nah, yang ketiga ini sering terlupa. Setelah banjir surut, jangan buru-buru mencolokkan kembali peralatan listrik. Pastikan semuanya benar-benar kering dulu. Air adalah penghantar listrik yang kuat, dan perangkat yang masih lembab bisa jadi ancaman serius.
"Langkah ini agar masyarakat terhindar dari potensi bahaya listrik karena air merupakan konduktor yang kuat. Mari kita tingkatkan kewaspadaan kita khususnya saat terjadi hujan lebat yang berpotensi banjir," tambah Gregorius.
Di sisi lain, PLN juga meminta partisipasi aktif dari masyarakat. Jika melihat ada tiang listrik oleng, kabel putus, atau kondisi berbahaya lain di sekitar jaringan akibat cuaca ekstrem, segera laporkan. Tidak perlu ragu.
Gregorius menutup dengan penekanan pada prioritas mereka. "Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami. Dalam kondisi banjir tertentu, pasokan listrik dapat dipadamkan sementara untuk mencegah risiko yang lebih besar," ujarnya.
Intinya, di tengah ancaman cuaca ekstrem ini, kewaspadaan ekstra memang diperlukan. Lebih baik mencegah daripada mengobati, terutama ketika berurusan dengan listrik dan air.
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas