Ratusan kampung di Aceh masih terisolasi. Kabar ini datang langsung dari Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, yang menyebut banjir dan longsor telah memutus akses ke permukiman warga di dua kabupaten: Bener Meriah dan Aceh Tengah.
Informasi itu dia sampaikan dalam sebuah rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto, Minggu lalu. Rapat digelar di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh.
"Untuk yang terisolir, daerah yang masih cukup berat ada dua kabupaten di Aceh ini, yaitu Bener Meriah dan Aceh Tengah," kata Suharyanto.
"Karena gampong atau kelurahan yang terdampak itu masih ratusan. Untuk Bener Meriah 232 desa atau gampong, Aceh Tengah 295 desa di 14 kecamatan," sambungnya.
Namun begitu, ada secercah berita baik di tengah situasi sulit ini. Menurut Suharyanto, bantuan logistik untuk warga yang terdampak sudah mulai bisa disalurkan. Kendalanya, pengiriman saat ini cuma bisa mengandalkan jalur udara.
"Untuk seluruh daerah terisolir, meskipun ratusan, logistik semuanya sudah masuk. Meskipun jumlahnya mungkin harus terus ditambah karena hanya lewat udara, terbatas dari segi kapasitas," jelasnya.
Di sisi lain, pemulihan infrastruktur darat masih menjadi pekerjaan rumah yang besar. Beberapa ruas jalan utama di Provinsi Aceh dilaporkan masih putus total. Yang terdampak antara lain jalur dari Meureudu ke Pidie Jaya, lalu dari Kota Bireuen menuju Bener Meriah, dan juga rute Bireuen–Aceh Utara.
"Ini masih dikerjakan Menteri PU dan Satgas gabungan," ucap Suharyanto, menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
Aktivitas Gempa Gunung Anak Krakatau Meningkat, Status Waspada Belum Berubah
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 800 Meter, Warga Diminta Waspada Lahar Hujan
Pemerintah Buka Polling Publik untuk Pertama Kalinya, Masyarakat Tentukan Langsung Logo HUT ke-81 RI
Polisi Tangkap Pria di Gowa yang Diduga Tipu Kenalan dengan Modus Pinjam Uang Jaminan Motor Orang Lain