ALII Raih Kredit Investasi Rp494,5 Miliar dari BRI untuk Ekspansi Armada

- Minggu, 26 April 2026 | 13:30 WIB
ALII Raih Kredit Investasi Rp494,5 Miliar dari BRI untuk Ekspansi Armada

IDXChannel – PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) baru saja mengamankan pendanaan segar. Nilainya cukup besar: Rp494,5 miliar. Sumbernya dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Fasilitas ini berupa kredit investasi, dan kabarnya bakal dipakai buat ngebut di dua hal sekaligus memperkuat keuangan perusahaan dan ekspansi armada. Menurut keterbukaan informasi yang dirilis Senin (20/4/2026), bunga kredit ini dipatok 7,5 persen per tahun. Lumayan standar sih. Tapi yang menarik, skema pembiayaannya dibagi dua. Pertama, ada fasilitas Rp294,5 miliar dengan tenor 60 bulan. Uang ini khusus buat refinancing alias bayar sisa pinjaman lama di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Jadi semacam utang ditutup utang baru, tapi dengan bunga yang mungkin lebih ringan. Kedua, ada lagi fasilitas Rp200 miliar, jangka waktunya lebih panjang: 69 bulan. Nah, ini yang bikin greget. Dananya bakal dipakai buat beli armada anyar: 20 unit tugboat dan 6 unit barge. Bayangin aja, kapal-kapal kecil penarik dan tongkang itu bakal nambah kapasitas operasional mereka. Di sisi lain, ekspansi ini jelas nargetin sektor angkutan laut. Bisnis logistik, khususnya angkutan lewat laut, memang lagi panas-panasnya. ALII kayaknya nggak mau ketinggalan. Sebelum semua ini, ada cerita soal sisa dana IPO. Per 31 Desember 2025, ALII mencatat sisa dana hasil penawaran umum perdana saham cuma Rp216 juta. Jumlah yang kecil banget, hampir nggak berarti. Dana itu masih ngendap di giro BBRI. Ngomong-ngomong, total dana IPO mereka sebelumnya mencapai Rp846,8 miliar. Hampir semuanya udah direalisasikan dipakai buat nguatin modal dan dorong ekspansi. Jadi langkah ambil kredit investasi ini kayaknya memang bagian dari strategi besar mereka. (Desi Angriani)

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar