CBUT Targetkan Kinerja Tahun Ini Terdongkrak Program B50 dan Pabrik Baru

- Kamis, 11 Juni 2026 | 11:55 WIB
CBUT Targetkan Kinerja Tahun Ini Terdongkrak Program B50 dan Pabrik Baru

PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT), bagian dari grup Citra Borneo milik Haji Rasyid, menargetkan percepatan kinerja pada tahun ini dengan mengandalkan kebijakan mandatori pencampuran 50 persen minyak sawit mentah (CPO) ke dalam biodiesel atau program B50 sebagai katalis utama. Langkah strategis ini diyakini mampu mendongkrak permintaan produk turunan sawit perseroan di tengah tantangan fluktuasi harga komoditas global.

Direktur Utama CBUT, Rorry Christian Tobing, mengungkapkan bahwa perseroan memulai tahun 2026 dengan hasil yang positif. Meskipun pendapatan terkontraksi tipis 0,52 persen menjadi Rp3,38 triliun akibat tekanan harga komoditas dan ketidakpastian geopolitik, laba bersih justru berhasil meningkat menjadi Rp46 miliar. Pencapaian ini, menurut Rorry, tidak terlepas dari penerapan efisiensi operasional yang ketat serta fokus pada pengembangan produk hilir bernilai tambah tinggi.

“Efisiensi operasional yang ketat dan fokus kami pada produk hilir bernilai tambah tinggi membuat margin laba usaha tumbuh 19,02 persen menjadi Rp89 miliar,” ujarnya dalam Public Expose, Kamis (11/6/2026).

Kinerja awal tahun ini melanjutkan tren positif yang telah terbangun sepanjang 2025. Sepanjang tahun lalu, pendapatan CBUT melonjak 43 persen menjadi Rp13,9 triliun, didorong oleh perbaikan margin pengilangan (refining margin) serta kontribusi signifikan dari produk minyak goreng kemasan bermerek Hanau. Momentum ini menjadi fondasi bagi perseroan untuk melangkah lebih agresif pada tahun ini.

Untuk mendukung pertumbuhan, CBUT tengah mengebut penyelesaian pabrik Refinery & Fractionation II yang memiliki kapasitas 1.500 ton per hari (TPD). Fasilitas produksi tersebut saat ini memasuki tahap uji coba (commissioning) dan ditargetkan rampung pada Juli 2026. Kehadiran pabrik baru ini akan memperkuat kapasitas produksi eksisting yang telah mencapai 2.500 TPD untuk refinery, 600 TPD untuk Kernel Crushing Plant, serta 200 TPD untuk Molding & Filling Plant.

“Dengan tambahan kapasitas 1.500 TPD, perseroan dapat meningkatkan volume produksi produk turunan seperti RBDPO, Olein, dan Stearin, sekaligus memperkuat posisi sebagai pemain hilir terintegrasi,” kata Rorry.

Sementara itu, Direktur CBUT, Ronny Hertyanto Raharjo, menambahkan bahwa program B50 yang mulai diimplementasikan pada Juli 2025 telah memberikan dampak positif bagi industri sawit secara keseluruhan. Sebagai pemain hilir yang terintegrasi dengan induknya, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), CBUT mendapatkan kepastian pasokan bahan baku untuk menjaga kelangsungan produksi hingga akhir 2026.

“Ini terlihat menjadi proyeksi yang menjanjikan bagi perseroan, karena melihat dari situasi geopolitik dan juga permintaan yang memang terus meningkat. Demikian juga dari tren harga bahwa outlook ataupun proyeksi harga kita masih berada di atas harga rata-rata industri sawit. Jadi di tahun 2026 ini masih menjadi menjanjikan buat kita untuk bisa mencapai target laba untuk tahun 2026,” tuturnya.

Kebijakan B50 dinilai menjadi katalis strategis bagi CBUT. Program tersebut diproyeksikan menciptakan tambahan permintaan terhadap CPO, khususnya minyak dengan bahan baku RBDPO, Stearin, dan Olein. Pada akhirnya, lonjakan permintaan ini akan berdampak langsung pada peningkatan volume penjualan perseroan, terutama setelah pabrik baru beroperasi penuh pada pertengahan tahun.

Meskipun enggan menyebutkan target pendapatan dan laba bersih secara spesifik, Ronny optimistis kinerja CBUT akan meningkat signifikan, termasuk laba bersih yang diprediksi lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Optimisme ini didasarkan pada capaian positif pada kuartal I-2026, di mana pendapatan tetap stabil dan laba bersih tumbuh 19 persen secara tahunan.

“Ke depannya, operasional Refinery & Refractionation I maupun II, ekstensi yang akan kita operasionalkan pertengahan tahun ini juga, serta dimulainya program B50 ini, pastinya juga akan menuju ke arah perbaikan laba yang kita harapkan di tahun 2026,” kata Ronny.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar