MURIANETWORK.COM – Ada yang beda dari laga Torino vs Inter Milan, Senin dinihari, 27 April 2026. Bukan cuma soal gengsi, tapi juga drama yang bikin jantung hampir copot. Serie A memang gak pernah kehabisan cerita.
Sejak peluit pertama, Inter langsung ambil inisiatif. Mereka main ngotot, seperti tim yang lagi lapar poin. Simone Inzaghi, pelatih mereka, jelas udah menyiapkan strategi buat bikin tuan rumah kerepotan. Dan benar saja, Torino nyaris gak bisa keluar dari tekanan. Dominasi bola, pressing tinggi biasalah, ciri khas Inter yang lagi on fire.
Gol pertama datang di menit ke-23. Marcus Thuram, penyerang andalan mereka, menerima umpan matang dari lini tengah. Dengan tenang sangat tenang, malah dia menaklukkan kiper Torino. Skor 1-0 untuk tim tamu. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan Inter.
Memasuki babak kedua, Inter makin percaya diri. Menit ke-61, giliran Yann Bisseck yang bikin gol lewat skema bola mati. Dua gol di depan, rasanya pertandingan udah hampir selesai. Banyak yang udah yakin Inter bakal bawa pulang tiga poin dengan mudah.
Tapi, eh, jangan salah. Torino bukan tim yang gampang menyerah. Apalagi dengan dukungan penuh dari publik sendiri. Mereka mulai bangkit pelan-pelan. Kayak ada suntikan energi baru.
Menit ke-70, Giovanni Simeone ya, anak dari Diego Simeone itu berhasil menjebol gawang Inter. Gol berawal dari kelengahan lini belakang lawan. Dan begitu satu gol masuk, semuanya berubah. Torino makin pede, makin berani. Mereka mulai menekan, gak cuma bertahan.
Dan benar saja, menit ke-79, wasit menunjuk titik putih. Pelanggaran di kotak penalti. Nikola Vlašić, gelandang kreatif Torino, maju sebagai algojo. Tendangannya keras, terarah, kiper Inter cuma bisa melongo. Skor jadi 2-2. Stadion langsung bergemuruh.
Sisa waktu pertandingan berlangsung panas. Beneran panas. Kedua tim saling serang, gak ada yang mau mengalah. Inter mencoba mengambil alih kendali lagi, tapi Torino bertahan dengan disiplin. Sesekali mereka balik menekan lewat serangan balik yang bikin nyali lawan ciut.
Namun, sampai wasit meniup peluit panjang, skor tetap 2-2. Gak ada tambahan gol. Buat Inter, hasil ini jelas bikin kecewa. Udah unggul dua gol, eh malah kejar-kejaran. Celah di lini pertahanan mereka lagi-lagi kelihatan. Pekerjaan rumah buat Inzaghi.
Di sisi lain, Torino pantas dapat acungan jempol. Comeback kayak gini gak terjadi tiap hari. Melawan tim sekelas Inter, tertinggal dua gol, lalu bangkit itu butuh mental baja. Dan mereka punya itu.
Dengan hasil imbang ini, Inter masih bersaing di papan atas klasemen Serie A. Sementara Torino terus berusaha naik dari posisi tengah. Tapi satu hal yang pasti: laga ini jadi salah satu yang paling seru pekan ini. Drama, gol, dan comeback komplit sudah.
Artikel Terkait
AC Milan vs Juventus Imbang Tanpa Gol, Peluang Liga Champions Terancam
Gubernur Sulsel Groundbreaking Jalan 141 Kilometer Buka Isolasi Wilayah Seko di Luwu Utara
Lille Kalahkan Paris FC 1-0 Lewat Penalti, Kokoh di Papan Atas Ligue 1
Alex Marquez Menang di MotoGP Spanyol 2026 Usai Marc Marquez Jatuh, Bezzecchi Kokoh di Puncak Klasemen