Prudential Syariah Catat Pertumbuhan Aset 20 Persen Jadi Rp8 Triliun Sepanjang 2025

- Minggu, 26 April 2026 | 21:30 WIB
Prudential Syariah Catat Pertumbuhan Aset 20 Persen Jadi Rp8 Triliun Sepanjang 2025

Jakarta Pasar lagi naik-turun, tapi Prudential Syariah tetap jalan di tempatnya. Konsisten, katanya. Perusahaan ini makin ngegas dalam urusan perlindungan syariah buat masyarakat Indonesia.

Presiden Direktur Prudential Syariah, Iskandar Ezzahuddin, bilang perusahaannya fokus banget ngasih solusi perlindungan syariah yang relevan dan lengkap. Katanya, ini buat jawab kebutuhan keluarga Indonesia yang makin berkembang.

Nah, sepanjang 2025, aset mereka tumbuh lebih dari 20 persen. Dari Rp6,6 triliun di 2024, naik jadi sekitar Rp8 triliun. Angka ini, menurut mereka, cerminan dari manajemen bisnis yang disiplin. Ditambah lagi, strategi pertumbuhan yang terarah dan berkelanjutan meski industri lagi penuh tantangan.

Di sisi lain, mereka juga nggak lupa sama sumber daya manusia. Prudential Syariah ngeliat pengembangan human capital sebagai fondasi buat jangka panjang. Makanya, mereka rutin ngadain pelatihan buat tenaga pemasar dan karyawan. Budaya perusahaan juga diperkuat, terutama soal integritas dan kolaborasi. Ada juga inisiatif pengembangan talenta biar organisasi siap menghadapi perubahan industri.

Ngomongin distribusi, mereka juga nggak main-main. Lewat agency dan bancassurance, akses masyarakat ke proteksi syariah makin lebar. Saat ini, kanal agency didukung lebih dari 60.000 tenaga pemasar profesional. Sementara bancassurance, mereka kerja sama sama Bank Syariah Indonesia (BSI). Lewat BSI, mereka bisa menjangkau lebih dari 21 juta nasabah di seluruh Indonesia.

Menurut sejumlah saksi atau lebih tepatnya, data yang ada pencapaian ini bikin Iskandar Ezzahuddin dapet penghargaan Indonesia Best 50 CEO Awards 2026. Penghargaan ini buat pemimpin yang kredibel, adaptif, dan berdampak. Parameternya macam-macam: popularitas, kompetensi, kepribadian, sampai kepemimpinan krisis.

Prudential Syariah juga ngaku terus memegang prinsip tolong-menolong, atau ta’awun. Sepanjang 2025, mereka udah bayar klaim sebesar Rp2,2 triliun. Uang itu buat santunan asuransi jiwa, kesehatan, sampai penyakit kritis. Intinya, perlindungan nyata buat keluarga Indonesia yang lagi menghadapi risiko hidup.

Ke depan, mereka bakal fokus ngembangin produk dan layanan yang bikin ketahanan finansial peserta makin kuat. Semua tetap berdasarkan prinsip syariah. Dan, mereka juga pengen terus berkontribusi buat pertumbuhan industri asuransi syariah di Indonesia.

(SAW)

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar