Gubernur Sulsel Groundbreaking Jalan 141 Kilometer Buka Isolasi Wilayah Seko di Luwu Utara

- Senin, 27 April 2026 | 02:00 WIB
Gubernur Sulsel Groundbreaking Jalan 141 Kilometer Buka Isolasi Wilayah Seko di Luwu Utara

MURIANETWORK.COM, Luwu Utara – Komitmen pemerintah provinsi Sulawesi Selatan soal membuka daerah-daerah yang terisolasi, kayaknya bukan isapan jempol belaka. Minggu (26/4/2026) kemarin, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman secara langsung melakukan peletakan batu pertama atau istilah kerennya groundbreaking pembangunan jalan di ruas Sabbang–Tallang dan Tallang–Sae. Lokasinya di Kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara.

Jalan ini bukan proyek biasa. Ini semacam “jalan kehidupan” menuju wilayah Seko. Daerah yang satu itu memang punya reputasi berat secara geografis. Aksesnya susah, medannya terjal. Selama ini, warga di sana benar-benar merasakan dampak keterisolasian itu.

Bukan Sekadar Jalan Aspal

Dalam pidatonya, Andi Sudirman bilang proyek ini adalah bagian dari upaya besar mempercepat konektivitas di daerah-daerah terpencil di Sulsel. Bukan basa-basi, menurutnya.

“Alhamdulillah hari ini kita melakukan groundbreaking pembangunan jalan ruas Sabbang–Tallang dan Tallang–Sae di Kecamatan Rongkong,” ucapnya, dengan nada optimis.

Ia lalu menjelaskan panjangnya. Total ruas jalan menuju Seko yang bakal digarap itu kurang lebih 141 kilometer. Angkanya cukup fantastis. Proyek ini masuk dalam program preservasi jalan, dengan anggaran sekitar Rp70 sampai Rp80 miliar. Uang segitu besar, tapi menurutnya masih masuk akal untuk medan seberat itu. Pendanaannya sendiri merupakan hasil kolaborasi APBN dan APBD Provinsi Sulawesi Selatan.

Efek Domino buat Ekonomi Lokal

Nah, soal dampak ekonominya, ini yang menarik. Pembangunan infrastruktur jalan seperti ini jelas penting banget buat mobilitas warga. Apalagi soal distribusi barang dan jasa. Bayangin, selama ini ongkos logistik ke Seko pasti mahal dan lama. Dengan akses yang lebih mulus, wilayah pegunungan seperti Seko diharapkan bisa bernafas lega. Pertumbuhan ekonomi, kata mereka, bisa mengalami percepatan.

Di sisi lain, jalan ini juga membuka peluang baru. Sektor pertanian, misalnya. Atau perdagangan. Bahkan pariwisata lokal yang selama ini mati suri karena akses payah, bisa bangkit lagi. Jadi, proyek ini bukan cuma soal beton dan aspal, tapi soal hidup orang banyak.

Lanjut ke Tahap Berikutnya

Tapi, jangan kira proyek ini berhenti di sini. Andi Sudirman memastikan pembangunan bakal terus berlanjut hingga tuntas. Tidak setengah-setengah.

“Untuk tahap kedua, Insya Allah tahun depan kita akan lanjutkan pembangunan jalan dengan kolaborasi APBN dan APBD Provinsi untuk menuntaskan sampai ke Seko,” ungkapnya, seolah memberi jaminan.

Pemerintah pusat, melalui Kementerian Pekerjaan Umum, juga sudah memberikan lampu hijau. Dukungan penuh, katanya. Jadi, ini bukan proyek dadakan atau sekadar pencitraan.

Dukungan Warga Jadi Kunci

Gubernur juga sempat mengajak semua elemen masyarakat untuk ikut mendukung. Bukan cuma soal doa, tapi juga partisipasi nyata. Medan yang sulit, menurutnya, butuh sinergi. Pemerintah dan masyarakat harus jalan bareng.

“Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar proses pengerjaan berjalan lancar dan manfaatnya bisa segera dirasakan,” tambahnya, dengan nada yang lebih rendah, hampir seperti permintaan.

Bukan Sekadar Seremoni

Prosesi groundbreaking itu sendiri cukup ramai. Hadir di sana Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, jajaran Forkopimda, para camat, kepala desa, sampai tokoh masyarakat setempat. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas. Ini menunjukkan bahwa proyek ini didukung kuat oleh semua pihak. Infrastruktur memang vital, dan semua orang sepertinya sadar akan hal itu.

Jalan Menuju Masa Depan

Jadi, groundbreaking jalan Sabbang–Tallang–Sae ini bisa dibilang tonggak penting. Bukan cuma untuk membuka isolasi wilayah Seko, tapi juga untuk masa depan. Dengan anggaran besar dan kolaborasi pusat-daerah, proyek ini diharapkan bisa meningkatkan konektivitas. Ujung-ujungnya, percepatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah pegunungan Luwu Utara. Semoga saja tidak ada kendala di lapangan. Karena yang paling penting, kan, hasilnya bisa dirasakan langsung oleh warga.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar