Presenter Anwar Sanjaya, yang dikenal dengan nama panggung Anwar BAB, membantah keras tudingan yang menyebut dirinya sebagai brand ambassador Hanania Travel. Ia menegaskan bahwa kerja samanya dengan biro perjalanan umrah tersebut hanya sebatas barter konten, tanpa ada aliran dana yang mengalir ke kantongnya. Pernyataan itu disampaikan Anwar usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penipuan umrah yang melibatkan Hanania Travel.
“Anwar BAB bukan brand ambassador. Saya seperti teman-teman lainnya yang memang kita hanya barter konten, kita tidak mendapatkan apa-apa, tidak ada kucuran aliran dana apa pun dari Hanania,” ujar Anwar kepada penyidik.
Menurut penjelasannya, fasilitas yang ia terima selama menjalin kerja sama dengan Hanania Travel hanyalah berupa tiket perjalanan dan uang saku selama menjalankan ibadah umrah. Ia sama sekali tidak menerima bayaran atau honorarium tetap dari perusahaan tersebut. “Mungkin yang bertanya-tanya bentuk kerja samanya seperti apa, saya ditawarkan bentuk kerja sama dengan Hanania adalah barter. Jadi saya berangkat tidak mendapatkan uang, hanya mendapatkan uang saku selama perjalanan di sana,” tuturnya.
Anwar mengaku terkejut ketika pertama kali mengetahui bahwa Hanania Travel tersandung masalah hukum. Selama ini, ia mengira kendala yang dihadapi biro perjalanan itu hanya berkaitan dengan situasi perang yang sempat mengganggu jadwal keberangkatan jemaah umrah di berbagai negara. “Kaget! Pasti aku kaget banget. Karena yang aku tahu adalah force majeure pada saat adanya perang. Jadi mungkin dampaknya ke sana-sana gitu yang ada di pikiran Anwar,” ucap pria berusia 33 tahun itu.
Dari kasus ini, Anwar mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga. Ia bertekad untuk lebih berhati-hati dalam memilih mitra kerja sama di masa mendatang. “Ke depannya akan menjadi pelajaran buat aku ketika ingin bekerja sama dengan apa pun harus berlandaskan izin dan ada badan hukumnya,” tutupnya.
Sementara itu, kasus dugaan penipuan umrah Hanania Travel terus menjadi sorotan publik. Kepolisian masih mendalami penggelapan dana jemaah umrah yang diduga mencapai ratusan juta rupiah. Penyidik juga tengah menelusuri aliran dana perusahaan yang berkaitan dengan kontrak promosi bersama sejumlah influencer ternama. Sebelumnya, selebgram Keanu Angelo juga telah diperiksa. Ia mengakui adanya kerja sama dengan Hanania, namun membantah menerima aliran dana dari perusahaan tersebut.
Di sisi lain, Polda Metro Jaya telah menetapkan Direktur Utama PT Hasanah Tama Internasional atau Hanania Group, berinisial ASFR, sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggelapan dana jemaah umrah. Polisi menduga uang jemaah justru digunakan untuk membayar sejumlah influencer yang mempromosikan layanan perjalanan umrah perusahaan tersebut.
Artikel Terkait
Moh Zaki Ubaidillah Tumbangkan Unggulan Kedelapan, Melaju ke Perempat Final Australian Open 2026
Wali Kota Serang Siapkan Sanksi Tegas bagi Warga yang Buang Sampah ke Sungai Cibanten
Polisi Bongkar Skenario Pembunuhan Berencana di Banyuasin, Dua Kekasih Jadi Tersangka karena Tolak Perjodohan
Pemprov DKI Gratiskan Transportasi Umum dan Akses Wisata bagi Warga Ber-KTP Jakarta saat HUT ke-499