Provinsi Jawa Tengah kembali menorehkan prestasi di bidang kesehatan dengan mencatatkan diri sebagai wilayah dengan tingkat kepesertaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tertinggi secara nasional. Capaian ini mendapat apresiasi langsung dari Kementerian Kesehatan yang menilai keberhasilan tersebut layak dijadikan model percontohan dalam edukasi kesehatan masyarakat.
Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, menyampaikan apresiasi tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI yang disiarkan melalui kanal YouTube TVR Parlemen pada Selasa, 9 Juni 2026. Ia mengungkapkan bahwa program CKG secara nasional telah menjangkau hampir 42,3 juta penduduk di 38 provinsi. Dari total pendaftar sebanyak 43.660.900 orang, jumlah yang hadir dan mendapatkan pelayanan mencapai 42.291.657 orang.
“Saya perhatikan jumlah tertinggi tetap di Jawa Tengah. Artinya edukasi ke masyarakat di Jawa Tengah sudah cukup baik karena sudah 10 juta orang lebih terlayani,” kata Benjamin dalam keterangan yang dikutip pada Kamis, 11 Juni 2026.
Untuk memberikan gambaran lebih jelas, Benjamin membandingkan capaian Jawa Tengah dengan dua provinsi besar lainnya di Pulau Jawa. Jawa Timur tercatat melayani 6,8 juta orang, sementara Jawa Barat mencapai 5,2 juta orang. Perbandingan ini menunjukkan kesenjangan yang cukup signifikan. “Artinya CKG ini di Jawa Tengah berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mendukung program CKG. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program unggulan bernama dokter spesialis keliling atau Speling. Program ini merupakan salah satu prioritas Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen untuk menghadirkan layanan kesehatan gratis hingga ke pelosok desa.
Dalam pelaksanaannya, program Speling diintegrasikan langsung dengan program CKG. Seluruh rumah sakit yang ada di Jawa Tengah, baik milik provinsi maupun kabupaten atau kota, dilibatkan secara aktif. Tidak hanya itu, pemerintah provinsi juga menggandeng rumah sakit swasta untuk turut menerjunkan dokter spesialis mereka.
Layanan yang diberikan dalam program Speling mencakup pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan untuk penyakit tertentu oleh dokter spesialis, seperti tuberkulosis (TBC) dan kanker serviks, serta pemeriksaan rutin antenatal care (ANC) bagi ibu hamil. Pemeriksaan gratis juga diberikan kepada penyandang disabilitas, termasuk layanan kesehatan jiwa oleh dokter spesialis jiwa.
“Secara tidak langsung, dokter spesialis bisa mendeteksi dan mengantisipasi sejak dini. Layanan itu tidak dipungut biaya alias gratis. Ini akan terus kita lakukan dan jadikan role model pelayanan kesehatan berbasis desa,” kata Ahmad Luthfi di Semarang pada Rabu, 10 Juni 2026.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Tengah per 10 Juni 2026, program Speling telah dilaksanakan sebanyak 1.249 kali di 1.138 desa yang tersebar di 454 kecamatan. Jumlah sasaran yang telah terlayani mencapai 107.674 jiwa.
Artikel Terkait
Moh Zaki Ubaidillah Tumbangkan Unggulan Kedelapan, Melaju ke Perempat Final Australian Open 2026
Wali Kota Serang Siapkan Sanksi Tegas bagi Warga yang Buang Sampah ke Sungai Cibanten
Polisi Bongkar Skenario Pembunuhan Berencana di Banyuasin, Dua Kekasih Jadi Tersangka karena Tolak Perjodohan
Pemprov DKI Gratiskan Transportasi Umum dan Akses Wisata bagi Warga Ber-KTP Jakarta saat HUT ke-499