Kritik Tajam soal Penurunan Harga BBM: Hanya Pencitraan?

- Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:20 WIB
Kritik Tajam soal Penurunan Harga BBM: Hanya Pencitraan?

Langkah pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) justru menuai kritik tajam. Pasalnya, penurunan yang hanya Rp300 per liter dinilai terlampau kecil dibandingkan kenaikan yang pernah mencapai Rp4.000 per liter. Yang lebih menyorot, momen penurunan ini dilakukan di tengah merosotnya tingkat kepuasan publik terhadap presiden.

Seorang pengamat politik, Tengku Zulkifli Usman, menyayangkan kebijakan tersebut. Menurutnya, kenaikan harga BBM yang dilakukan secara diam-diam dan signifikan berbanding terbalik dengan penurunan yang diumumkan besar-besaran. "Sekali pemerintah menaikkan BBM langsung naik Rp4.000. Itupun dinaikkan secara diam-diam. Tapi pas diturunkan, hanya turun Rp300 perak. Itupun pakai pengumuman dan publikasi media," ujarnya.

Ia menduga langkah ini hanyalah upaya pencitraan untuk memperbaiki citra pemerintah. "Semoga ini bukan karena efek survei Presiden yang terjun bebas ke angka sisa 51 persen," sindirnya.

Lebih lanjut, Tengku Zulkifli mengingatkan pemerintah agar serius mendengarkan keluhan masyarakat dan memberikan solusi konkret atas kondisi ekonomi rakyat yang semakin terhimpit. "Berhentilah pencitraan, kelolalah negara dengan profesional, jangan hamburkan uang negara serampangan, dan jangan memerintah dengan seenak perut dan modal spontanitas dan semau gue," tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa APBN bukanlah uang warisan yang bisa digunakan semaunya. "Jika mau pakai uang semaunya, maka tinggalkan kursi kekuasaan dan jabatan publik, dan kembalilah jadi pengusaha saja!" pungkasnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags