IHSG Diprediksi Menguat ke 6.334-6.403, Investor Diminta Waspada

- Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:12 WIB
IHSG Diprediksi Menguat ke 6.334-6.403, Investor Diminta Waspada

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (5/8), dengan rentang pergerakan di level 6.334 hingga 6.403. Proyeksi ini muncul setelah pada Selasa (4/8) IHSG ditutup menguat 85,12 poin atau 1,36 persen ke level 6.319.

MNC Sekuritas menilai posisi IHSG saat ini berada pada bagian awal wave v dari wave (c) dari wave [iv], yang mengindikasikan potensi penguatan masih terbuka. Namun, investor tetap diminta mewaspadai kemungkinan pembalikan arah dalam jangka pendek. "Cermati akan adanya potensi pembalikan arah dalam jangka pendek ke rentang 6.280-6.306," tulis MNC Sekuritas dalam keterangan resminya, Rabu (5/8).

Untuk level teknis, MNC Sekuritas menempatkan support IHSG di 6.201-6.029, sementara resistance berada di 6.377-6.454. Adapun saham yang direkomendasikan untuk dicermati pada perdagangan hari ini meliputi ANTM, EMAS, INDY, VKTR, dan XIHD.

Fundamental dan Sentimen Eksternal

Senada dengan MNC Sekuritas, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, menilai tren penguatan IHSG masih berlanjut. Dari sisi fundamental, valuasi saham Indonesia dinilai masih relatif menarik. Price to Earnings Ratio (P/E) IHSG tercatat sebesar 9,32 kali, lebih rendah dibandingkan sejumlah pasar saham regional setelah tekanan pada semester I-2026. Kondisi ini berpotensi menarik minat investor secara bertahap.

"Hal itu juga tercermin dari aksi beli bersih investor asing (net foreign buy) yang mencapai Rp741,19 miliar pada perdagangan bursa kemarin," tulis Nafan dalam keterangannya, Rabu (5/8).

Dari eksternal, sentimen positif datang dari meredanya ketegangan geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda opsi aksi militer terhadap Iran dan memilih jalur diplomasi. Langkah tersebut turut mendorong penurunan harga minyak mentah WTI dan Brent, sehingga meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi akibat kenaikan biaya energi.

Selain itu, optimisme pasar juga ditopang oleh perkembangan sektor kecerdasan buatan (AI). Investor semakin yakin bahwa investasi AI mulai menghasilkan pertumbuhan pendapatan dan laba perusahaan. Hal itu tercermin dari lonjakan saham AMD lebih dari 6% setelah optimisme terhadap kinerja kuartalan, yang turut mengangkat saham-saham semikonduktor lain seperti Nvidia dan Broadcom.

Meski demikian, pelaku pasar global masih menanti rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat atau Nonfarm Payrolls (NFP) pekan ini sebagai petunjuk arah kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Fed).

Dukungan Domestik dan Rekomendasi Saham

Sementara dari dalam negeri, pasar diperkirakan mendapat dukungan dari penyesuaian portofolio manajer investasi dan dana pasif pasca-rebalancing sejumlah indeks, seperti IDX80, IDX30, dan Kompas100. Proses tersebut dinilai berpotensi mendorong akumulasi pada saham-saham konstituen baru yang memiliki fundamental kuat.

Meredanya risiko geopolitik juga menjadi sentimen positif bagi Indonesia sebagai negara net importir minyak. Kondisi ini berpotensi menekan inflasi, mengurangi beban subsidi energi, serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Di sisi lain, pelaku pasar juga masih mencermati rilis laporan keuangan emiten kuartal II-2026 yang diperkirakan menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG. Dalam perdagangan hari ini, Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan saham INDY, HRTA, dan PANI sebagai saham pilihan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags