Kinerja Walt Disney Kuartal IV: Tantangan di Film & Iklan, Namun Streaming dan Taman Hiburan Tumbuh Pesat
Walt Disney melaporkan kinerja fiskal kuartal keempat yang menunjukkan dinamika bisnis yang beragam. Laporan ini mengungkap tekanan pada divisi studio film dan pendapatan iklan, namun di sisi lain diimbangi oleh pertumbuhan yang kuat dari layanan streaming serta bisnis taman hiburan dan kapal pesiar.
Tekanan pada Divisi Studio Film
Laba operasional divisi studio entertainment, yang menaungi produksi film, mengalami penurunan signifikan lebih dari sepertiga menjadi USD691 juta. Angka ini berada di bawah proyeksi analis. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh performa box office yang tidak sekuat tahun sebelumnya, yang diisi oleh rilis film besar seperti "Deadpool & Wolverine" dan "Inside Out 2".
Peralihan Tren Iklan dan Televisi
Perubahan kebiasaan konsumen dalam menonton televisi terus berdampak pada bisnis tradisional Disney. Laba dari segmen televisi linier (kabel dan siaran) tercatat turun 21 persen menjadi USD391 juta. Hal ini mencerminkan pergeseran industri dari televisi tradisional menuju platform digital.
Layanan Streaming dan Pengalaman Langsung Menjadi Penopang
Sebagai strategi counter, Disney fokus pada pengembangan bisnis langsung-ke-konsumen. Upaya ini membuahkan hasil dengan kombinasi pelanggan Disney dan Hulu yang mencapai 196 juta. Kesepakatan distribusi baru dengan penyedia seperti Charter Communications turut mendongkrak laba divisi streaming, yang melonjak 39 persen menjadi USD352 juta.
Di lini bisnis lain, pendapatan operasional dari Disney Experiences, yang mencakup taman hiburan dan kapal pesiar, naik 13 persen menjadi USD1,88 miliar. Peningkatan jumlah hari penumpang di kapal pesiar menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ini.
Proyeksi dan Aksi Korporasi di Masa Depan
CEO Bob Iger menegaskan komitmen Disney dalam memaksimalkan nilai aset kreatif dan bisnis langsung-ke-konsumen. Meski pendapatan kuartal ini turun 0,5 persen menjadi USD22,46 miliar, laba per saham yang disesuaikan justru mengungguli ekspektasi di angka USD1,11.
Menatap ke depan, Disney memproyeksikan pertumbuhan laba per saham dua digit pada tahun fiskal 2026 dan 2027. Segmen hiburan juga diperkirakan mencatatkan pertumbuhan pendapatan operasional yang kuat, terutama di paruh kedua tahun. Sebagai bentuk keyakinan, Dewan Direksi mengumumkan kenaikan dividen tahunan menjadi USD1,50 per saham dan melipatgandakan program pembelian kembali saham menjadi USD7 miliar.
Meski ada prospek positif, pasar merespons laporan ini dengan hati-hati, yang tercermin dari penurunan harga saham Disney lebih dari 2 persen dalam perdagangan pra-pasar.
Artikel Terkait
The Super Mario Galaxy Movie Tembus Satu Miliar Dolar AS di Box Office Global
OJK: Program Penjaminan Polis Jadi Fondasi Baru Perlindungan Pemegang Polis
Joey Pelupessy Akui Duet dengan Ivar Jenner di Lini Tengah Timnas Indonesia Mulai Tumbuh
Trump Klaim Iran Tembak Jatuh Helikopter Apache AS di Selat Hormuz, Dua Pilot Selamat