Gencatan Senjata AS-Iran Hanya Jeda, Pasar Global Masih Limbung

- Minggu, 12 April 2026 | 10:45 WIB
Gencatan Senjata AS-Iran Hanya Jeda, Pasar Global Masih Limbung

Jakarta – Dunia seakan menahan napas. Sepanjang pekan lalu, sorotan masih tertuju pada gejolak di Timur Tengah yang terus memicu gelombang kecemasan global. Di tengah ketegangan itu, ada secercah harapan: Amerika Serikat dan Iran sepakat melakukan gencatan senjata selama dua pekan. Tapi, apakah ini awal dari solusi? Perundingan yang digelar di Islamabad justru berakhir tanpa titik terang, meninggalkan pasar energi dan ekonomi dunia dalam keadaan limbung.

Lonjakan harga minyak mentah menjadi bukti nyata betapa rapuhnya keseimbangan global saat ini. Ketidakpastian itu merambat ke mana-mana, dari ruang rapat bank sentral hingga meja perencanaan di industri pariwisata.

Perundingan Alot, Hasil Nihil

Perbincangan antara AS dan Iran di Pakistan berlangsung marathon 21 jam lamanya. Tapi, usaha itu tampaknya sia-sia. Wakil Presiden AS, JD Vance, dengan nada kecewa menyatakan perundingan tidak membuahkan kesepakatan.

“Iran menolak proposal inti kami, termasuk komitmen untuk tidak membangun senjata nuklir,” ujarnya.

Di sisi lain, pihak Tehran punya pandangan berbeda. Mereka justru menuding permintaan Washington-lah yang merusak peluang tercapainya kesepakatan. Sebelum perundingan dimulai, suasana sudah memanas. Militer AS bahkan disebut-sebut bersiap untuk membuka Selat Hormuz, jalur minyak vital yang jadi salah satu pokok pembicaraan utama.

Gencatan Dua Pekan: Sekadar Jeda?

Meski perundingan macet, setidaknya ada satu titik terang: gencatan senjata selama dua minggu resmi diumumkan. Kedua negara berkomitmen untuk saling menahan diri; AS menangguhkan serangan skala penuh, sementara Iran membuka akses di Selat Hormuz.

Presiden Donald Trump dalam keterangannya menjelaskan, keputusan ini diambil setelah pembicaraan dengan pimpinan Pakistan.

“Kesepakatan ini tercapai setelah kedua belah pihak merasa tujuan masing-masing terpenuhi, khususnya terkait stabilitas jangka panjang dengan Iran dan kawasan,” kata Trump.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar