Sebagai strategi counter, Disney fokus pada pengembangan bisnis langsung-ke-konsumen. Upaya ini membuahkan hasil dengan kombinasi pelanggan Disney dan Hulu yang mencapai 196 juta. Kesepakatan distribusi baru dengan penyedia seperti Charter Communications turut mendongkrak laba divisi streaming, yang melonjak 39 persen menjadi USD352 juta.
Di lini bisnis lain, pendapatan operasional dari Disney Experiences, yang mencakup taman hiburan dan kapal pesiar, naik 13 persen menjadi USD1,88 miliar. Peningkatan jumlah hari penumpang di kapal pesiar menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ini.
Proyeksi dan Aksi Korporasi di Masa Depan
CEO Bob Iger menegaskan komitmen Disney dalam memaksimalkan nilai aset kreatif dan bisnis langsung-ke-konsumen. Meski pendapatan kuartal ini turun 0,5 persen menjadi USD22,46 miliar, laba per saham yang disesuaikan justru mengungguli ekspektasi di angka USD1,11.
Menatap ke depan, Disney memproyeksikan pertumbuhan laba per saham dua digit pada tahun fiskal 2026 dan 2027. Segmen hiburan juga diperkirakan mencatatkan pertumbuhan pendapatan operasional yang kuat, terutama di paruh kedua tahun. Sebagai bentuk keyakinan, Dewan Direksi mengumumkan kenaikan dividen tahunan menjadi USD1,50 per saham dan melipatgandakan program pembelian kembali saham menjadi USD7 miliar.
Meski ada prospek positif, pasar merespons laporan ini dengan hati-hati, yang tercermin dari penurunan harga saham Disney lebih dari 2 persen dalam perdagangan pra-pasar.
Artikel Terkait
Penggeledahan Rumah Pangeran Andrew di Berkshire Resmi Berakhir
Diaspora Indonesia Sambut Hangat Presiden Prabowo di Amman
Kemenag Targetkan Cairkan Rp4,5 Triliun BOP RA dan BOS Madrasah Sebelum Lebaran 2026
Iran Siapkan Opsi Kompromi dan Ancaman Jelang Putaran Baru Perundingan Nuklir dengan AS di Jenewa