Penggeledahan Rumah Pangeran Andrew di Berkshire Resmi Berakhir

- Rabu, 25 Februari 2026 | 08:35 WIB
Penggeledahan Rumah Pangeran Andrew di Berkshire Resmi Berakhir

LONDON Rumah Pangeran Andrew di Berkshire, Inggris, baru saja jadi pusat perhatian. Setelah berlangsung beberapa hari, kepolisian setempat akhirnya mengakhiri penggeledahan di kediaman adik Raja Charles III itu. Operasi ini terkait erat dengan tuduhan pelanggaran jabatan publik yang menjerat sang pangeran.

Andrew sendiri sudah lebih dulu ditangkap pada 19 Februari lalu. Ia dibekuk di Norfolk, usai gelar kerajaannya dicabut karena skandal kedekatannya dengan Jeffrey Epstein, miliarder AS yang sudah divonis sebagai predator seks.

Asisten Kepala Kepolisian Thames Valley, Oliver Wright, memberikan konfirmasi resmi.

“Petugas telah meninggalkan lokasi di Berkshire. Dengan ini, berakhirlah kegiatan penggeledahan yang kami mulai setelah penangkapan seorang pria berusia 60-an dari Norfolk pada hari Kamis,” jelasnya, Rabu (25/2/2026).

Lantas, apa yang sebenarnya dicari? Sorotan utama bermula dari dokumen-dokumen Epstein yang dibuka Departemen Kehakiman AS awal Januari lalu. Dokumen itu mengungkap fakta mengejutkan: Andrew diduga mengirim dokumen rahasia negara kepada Epstein. Peristiwa ini terjadi saat ia masih menjabat sebagai utusan perdagangan Inggris, sebuah posisi yang tentu saja mengharuskannya menjaga kerahasiaan informasi.

Di sisi lain, Andrew selalu bersikukuh membantah segala bentuk kesalahan terkait Epstein. Meski begitu, ia pernah mengungkapkan penyesalan karena pernah bertemu dengan pria bermasalah itu.

Namun begitu, masalahnya mungkin tak berhenti di situ. Kepolisian Inggris juga membuka kemungkinan penyelidikan baru. Kali ini, mereka menyelidiki tuduhan kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur yang melibatkan sang pangeran. Dalam pernyataan tanggal 20 Februari, pihak kepolisian secara terbuka mendesak siapa saja korban atau pemilik informasi untuk maju dan melapor.

Suasana di sekitar kediaman kerajaan itu kini sudah sepi. Tapi gelombang pertanyaan dan tuntutan hukum tampaknya belum akan reda dalam waktu dekat.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar