SURABAYA – Tekanan itu nyata. Malam ini di Gelora Bung Tomo, PSM Makassar benar-benar terpaksa mencuri poin dari markas Persebaya. Kekalahan bisa langsung menjerumuskan mereka ke dalam bayang-bayang zona degradasi yang semakin jelas. Situasinya memang genting.
Mentalitas pemain diuji. Kekalahan di Surabaya, Rabu (25/2/2026) malam ini, bukan cuma soal angka di klasemen. Kekalahan bisa meruntuhkan semangat untuk laga-laga sisa musim. Skuad Juku Eja jelas sedang berada di bawah tekanan besar. Mereka harus bangkit, dan harus sekarang.
Lihat saja posisi mereka. Tertahan di peringkat ketiga belas dengan hanya 23 poin. Jarak dengan zona merah? Cuma lima poin. Sangat tipis. Kalau kalah nanti, posisi mereka sangat rentan disalip Madura United. Tomas Trucha dan anak-anak asuhnya harus waspada. Jangan sampai tergelincir lebih dalam.
Di sisi lain, setiap poin jadi barang berharga. Fokus dan disiplin mutlak diperlukan malam ini. Tim-tim di bawah mereka juga terus mengintai, siap memberi tekanan ekstra jika PSM kembali tumbang. Kerja keras ekstra, menghadapi gempuran lawan di kandang mereka, adalah harga mati.
Pelatih Tomas Trucha tak menampik ambisinya untuk membenahi performa. Performa yang dinilainya kurang maksimal belakangan ini. Ia menekankan satu hal pada pemain: minimalisasi kesalahan sendiri.
"Kita harus kompak, memiliki pertahanan yang solid," tegas Trucha.
Komunikasi antarlini jadi perhatian utamanya selama latihan. Bagi Trucha, permainan bagus saja tak cukup. Poin harus dibawa pulang.
"Tidak membuat kesalahan sendiri yang bisa berakibat fatal," lanjutnya memberi instruksi.
Strateginya jelas: pertahanan kokoh untuk meredam serangan cepat Bajul Ijo. Tapi itu saja tidak akan menang. Efektivitas di depan gawang lawan jadi kunci lain bagi kebangkitan lini serang PSM.
Rekor yang Bikin Waswas
Statistik pertemuan juga tidak berpihak. PSM punya catatan buruk lawan Persebaya. Dalam lima duel terakhir, Juku Eja belum sekalipun menang. Hasil terbaik cuma tiga kali seri, sisanya kekalahan. Kemenangan terakhir mereka atas Persebaya terjadi jauh di September 2022.
Ini jadi beban psikologis tambahan, tentu saja. Pasukan Ramang harus memutus tren negatif itu jika ingin harapan bertahan di kasta tertinggi tetap hidup. Butuh kerja keras dan semangat juang tinggi untuk menumbangkan dominasi tuan rumah di kandangnya sendiri. Mampukah?
Suara dari Suporter
Kekhawatiran serupa datang dari suporter. Ulil Amri, suporter setia PSM, menyoroti kondisi mental pemain. Baginya, kemenangan ini vital agar motivasi tim tidak drop di laga-laga berikut.
"Kalau tidak, bisa berpengaruh kepada mental pemain," jelas Ulil soal dampak psikologis hasil nanti.
Ia berharap Juku Eja tampil spartan, penuh determinasi selama 90 menit. Ada pula sisi emosional. Pelatih Persebaya saat ini adalah mantan pelatih yang pernah membawa kejayaan untuk PSM.
"Pelatih Persebaya sekarang kan pernah membawa kejayaan untuk PSM Makassar," ucapnya.
Rivalitas klasik sesama tim era Perserikatan ini memang selalu panas. Tensi tinggi di lapangan hampir bisa dipastikan. Doa dan dukungan dari Makassar pun mengalir, menyertai perjuangan berat tim kebanggaan mereka di tanah Surabaya malam ini.
Artikel Terkait
Muhammad Rahmat Tinggalkan Bali United, Spekulasi Pulang ke PSM Makassar Menguat
Okezone Luncurkan Kejuaraan Futsal Nasional Pelajar, Empat Kota Jadi Tuan Rumah
Veda Ega Pratama Lolos Dramatis ke Q2 Moto3 Italia Usai Bangkit dari Posisi 23
Persebaya Bangun Skuad Juara Musim Depan, Reuni Eks Pemain PSM Makassar Makin Nyata