Muhammad Rahmat Tinggalkan Bali United, Spekulasi Pulang ke PSM Makassar Menguat

- Jumat, 29 Mei 2026 | 21:00 WIB
Muhammad Rahmat Tinggalkan Bali United, Spekulasi Pulang ke PSM Makassar Menguat

Pergerakan bursa transfer mulai menghadirkan sejumlah kemungkinan menarik menjelang kompetisi Super League musim 2026/2027, dan salah satu nama yang kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola Sulawesi Selatan adalah Muhammad Rahmat.

Winger senior itu resmi mengakhiri kebersamaannya dengan Bali United setelah enam musim penuh cerita. Di tengah kabar perpisahan tersebut, muncul satu pertanyaan yang mulai mengemuka di kalangan suporter: apakah Rahmat sedang dalam perjalanan pulang ke PSM Makassar?

Belum ada jawaban pasti. Namun, situasi ini membuat spekulasi berkembang dengan cepat, terutama karena Rahmat bukanlah sosok asing bagi publik Makassar. Ia pernah menjadi bagian penting dari skuad PSM sebelum memulai petualangan baru bersama Bali United pada tahun 2020. Kini, ketika kariernya memasuki fase senja di usia 38 tahun, peluang untuk kembali ke klub yang pernah membesarkan namanya terasa begitu emosional.

Perpisahan Rahmat dengan Bali United bukan sekadar akhir dari sebuah kontrak biasa. Ada jejak panjang yang ditinggalkan pemain asal Takalar tersebut selama berseragam Serdadu Tridatu. CEO Bali United, Yabes Tanuri, secara khusus menyampaikan apresiasi atas kontribusi Rahmat selama beberapa musim terakhir.

“Terima kasih untuk perjuangan dan prestasi yang terukir bersama kami,” ujar Yabes.

Rahmat datang ke Bali United pada masa yang tidak mudah. Tahun 2020 menjadi periode penuh ketidakpastian akibat pandemi COVID-19 yang menghentikan hampir seluruh kompetisi sepak bola. Saat itu, Bali United tengah bersiap menghadapi musim besar, termasuk tampil di Liga Champions Asia. Namun, pandemi mengubah ritme kompetisi secara total. Bagi banyak pemain, situasi tersebut menjadi fase sulit untuk menjaga performa dan motivasi. Akan tetapi, Rahmat memilih bertahan.

Keputusan itu akhirnya berbuah manis. Ketika kompetisi kembali bergulir pada musim 2021/2022, Rahmat menjadi bagian penting dari skuad Bali United yang sukses meraih gelar juara Liga 1 secara beruntun. Meski tidak selalu tampil sebagai bintang utama, perannya dalam rotasi tim sangat krusial. Pengalaman, kecepatan, serta fleksibilitas bermain di sektor sayap membuatnya menjadi pemain yang selalu bisa diandalkan pelatih.

Dalam enam musim bersama Bali United, Rahmat mencatatkan 27 gol dan 10 assist. Statistik yang menunjukkan bahwa kontribusinya bukan sekadar pelengkap skuad senior. Ia menjadi bagian dari fondasi era emas Bali United.

Namun, seperti banyak cerita dalam sepak bola modern, setiap perjalanan pada akhirnya bertemu titik akhir. Rahmat menyampaikan salam perpisahan dengan nada emosional.

“Pada akhirnya saat ada pertemuan, pasti akan ada perpisahan. Terlalu banyak kebahagiaan yang Bali United berikan untuk saya. Terima kasih untuk Bali United,” ujar Rahmat.

Kalimat itu terasa lebih dalam karena Rahmat tidak hanya melewati masa kejayaan bersama klub, tetapi juga menghadapi periode sulit pandemi bersama Bali United. Kini, setelah perpisahan resmi diumumkan, masa depannya mulai menjadi perhatian. Di tengah rumor yang berkembang, nama PSM Makassar muncul sebagai kemungkinan paling menarik. Bukan semata karena faktor nostalgia, tetapi juga karena situasi PSM saat ini yang sedang membutuhkan keseimbangan antara pemain muda dan sosok berpengalaman di ruang ganti.

Musim lalu menjadi periode berat bagi PSM. Klub kebanggaan Sulawesi Selatan itu mengalami banyak tekanan dan tengah bersiap melakukan evaluasi besar-besaran menyambut musim baru. Dalam kondisi seperti itu, kehadiran pemain senior berkarakter kuat seperti Rahmat bisa memberi dampak penting, terutama untuk membimbing pemain muda.

Selain itu, hubungan emosional Rahmat dengan PSM masih cukup kuat di mata suporter. Ia pernah menjadi simbol kerja keras dan loyalitas saat memperkuat Pasukan Ramang. Karakter bermainnya yang agresif, cepat, dan tanpa banyak drama membuatnya cukup dicintai publik Makassar. Meski usia tidak lagi muda, Rahmat tetap memiliki kualitas yang bisa membantu tim. Pengalaman menghadapi tekanan kompetisi, atmosfer perebutan gelar, hingga mental juara menjadi nilai yang tidak bisa diukur hanya dari statistik.

Di sisi lain, kepulangan Rahmat juga berpotensi menjadi cerita emosional tersendiri bagi sepak bola Sulawesi Selatan. Seorang pemain yang pernah pergi demi tantangan baru, lalu pulang ketika kariernya memasuki fase matang. Tentu semuanya masih sebatas rumor. Belum ada sinyal resmi apakah PSM benar-benar tertarik memulangkan Rahmat atau tidak. Namun, dalam sepak bola, kisah reuni seperti ini selalu punya daya tarik tersendiri. Dan jika benar terjadi, kepulangan Muhammad Rahmat ke Makassar mungkin bukan hanya tentang transfer pemain, melainkan tentang seorang putra daerah yang kembali ke rumah setelah perjalanan panjang penuh cerita di sepak bola Indonesia.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar