Persebaya Bangun Skuad Juara Musim Depan, Reuni Eks Pemain PSM Makassar Makin Nyata

- Jumat, 29 Mei 2026 | 18:30 WIB
Persebaya Bangun Skuad Juara Musim Depan, Reuni Eks Pemain PSM Makassar Makin Nyata

Musim kompetisi belum bergulir, namun Persebaya Surabaya telah mengirimkan sinyal peringatan kepada para pesaingnya di Super League. Green Force menunjukkan keseriusan yang tak main-main dalam membangun skuad juara untuk musim 2026/2027. Setelah sebelumnya mencapai kesepakatan dengan Yuran Fernandes dan bomber tajam Alex Martins, nama Ramadhan Sananta resmi menjadi bagian dari proyek besar era kepelatihan Bernardo Tavares. Kabar terbaru menyebutkan, pergerakan Persebaya belum berhenti sampai di situ.

Kiper utama PSM Makassar, Reza Arya Pratama, disebut-sebut menjadi target berikutnya untuk melengkapi fondasi skuad impian Bernardo Tavares musim depan. Jika transfer ini benar-benar terealisasi, aroma reuni para mantan pemain PSM Makassar di Surabaya akan semakin kental. Bernardo Tavares tampaknya tengah merakit ulang fondasi tim yang pernah membawanya meraih sukses bersama PSM. Ia tidak sekadar merekrut pemain berdasarkan nama besar, melainkan juga mempertimbangkan karakter, chemistry, dan pemahaman taktik yang telah teruji.

Hal itu terlihat jelas dalam perekrutan Ramadhan Sananta. Bagi Bernardo Tavares, Sananta bukanlah sekadar striker muda potensial. Ia adalah pemain yang sejak awal diyakini memiliki kualitas mental untuk menjadi penyerang elite di Indonesia. Keyakinan ini sebenarnya sudah terbangun sejak musim 2022/2023, ketika Tavares pertama kali memberikan kesempatan besar kepada Sananta di PSM Makassar.

Salah satu momen paling krusial terjadi saat PSM menghadapi Persib Bandung pada Agustus 2022. Kala itu, banyak pihak terkejut karena Bernardo berani memainkan beberapa pemain muda sekaligus, termasuk Sananta, Ananda Raehan, dan Dzaky Asraf. Keputusan berani itu ternyata menjadi titik awal lahirnya salah satu striker paling menjanjikan di Indonesia. Dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan telak 5-1 tersebut, Ramadhan Sananta langsung mencetak dua gol ke gawang Persib. Penampilannya tidak hanya soal gol, tetapi juga tentang keberanian, agresivitas, dan kemampuan membaca ruang.

Bernardo Tavares saat itu secara khusus memuji perkembangan Sananta. “Kita semua bisa lihat di pertandingan bahwa mereka merespons instruksi dengan baik dan selalu memberikan yang terbaik. Yang paling jelas adalah Sananta,” kata Bernardo kala itu. Pelatih asal Portugal tersebut juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melihat usia pemain sebagai ukuran utama. Yang paling penting baginya adalah karakter dan kecocokan dengan kebutuhan tim. “Saya tidak pernah melihat apakah saya akan memainkan pemain muda atau pemain tua. Saya juga tidak peduli umur mereka berapa. Saya lihat karakter yang mereka punya dan saya sesuaikan dengan kebutuhan,” sambungnya.

Kini, beberapa tahun setelah momen itu, Bernardo dan Sananta kembali dipertemukan di Surabaya. Statistik karier Sananta menunjukkan bahwa keyakinan Bernardo bukanlah kebetulan semata. Sejak debut profesional bersama Persikabo 1973 hingga sempat memperkuat Brunei DPMM FC, Sananta terus berkembang sebagai striker modern dengan mobilitas tinggi. Secara keseluruhan, pemain berusia 23 tahun itu telah mencatatkan 31 gol dan tujuh assist dari 117 pertandingan profesional. Performa terbaiknya tetap lahir bersama PSM Makassar musim 2022/2023 ketika ia mencetak 11 gol dan dua assist hanya dalam 28 pertandingan. Saat itu, Sananta menjadi salah satu simbol kebangkitan PSM menuju gelar juara. Setelah pindah ke Persis Solo, produktivitasnya tetap cukup stabil dengan koleksi 16 gol dari 58 pertandingan.

Persebaya kini ingin menjadikan Sananta sebagai bagian penting dari lini depan baru mereka. Apalagi, sebelumnya Green Force sudah lebih dulu mengamankan Alex Martins, striker haus gol yang tampil eksplosif bersama Dewa United. Kombinasi Alex Martins dan Ramadhan Sananta diprediksi akan menjadi duet paling berbahaya di Super League musim depan. Alex menawarkan naluri finisher murni di kotak penalti, sementara Sananta memiliki mobilitas tinggi, pressing agresif, dan kemampuan membuka ruang untuk rekan-rekannya. Di belakang mereka, hadir sosok Yuran Fernandes yang selama ini dikenal sebagai bek produktif sekaligus pemimpin pertahanan.

Sementara itu, jika Reza Arya Pratama benar-benar bergabung, proyek reuni PSM ala Bernardo Tavares akan semakin lengkap. Reza bukan sekadar penjaga gawang biasa. Dalam beberapa musim terakhir, ia berkembang menjadi salah satu kiper paling konsisten di Indonesia. Refleks cepat, keberanian dalam duel satu lawan satu, serta kemampuan membangun serangan dari bawah membuatnya cocok dengan filosofi permainan Bernardo. Kehadirannya juga akan memberi stabilitas besar di sektor pertahanan Persebaya.

Semua pergerakan transfer ini menunjukkan satu hal: Persebaya tidak sedang membangun tim untuk sekadar bersaing di papan atas. Mereka sedang membangun skuad juara. Musim 2026/2027 tampaknya akan menjadi era baru bagi Green Force. Di tangan Bernardo Tavares, Persebaya perlahan berubah menjadi tim dengan identitas kuat, agresif, dan dipenuhi pemain yang sudah memahami filosofi sang pelatih. Kini, publik Surabaya tinggal menunggu apakah proyek ambisius itu benar-benar mampu menghadirkan trofi yang selama ini dirindukan oleh Bonek.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar