Trotoar di Jalan Kramat Jaya, Koja, berantakan. Paving block-nya hancur berceceran, diduga kuat akibat aksi pencurian kabel penerangan jalan. Melihat maraknya kasus seperti ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akhirnya angkat bicara. Kali ini, ancamannya tegas.
Pramono menyatakan Pemprov DKI tak akan lagi mentolerir pencurian atribut fasilitas umum dan sosial. "Oh iya, yang kemarin di Jakarta Utara. Saya sudah meminta untuk dipelajari," ujarnya.
Ia menambahkan, "Kalau memang ada bukti dan kemudian yang melakukan, saya minta untuk ambil tindakan tegas untuk itu."
Pernyataan itu disampaikannya usai meninjau pengerukan Kali Sepak di Kembangan, Jakarta Barat, Senin (26/1) lalu. Bagi Pramono, masalah ini bukan cuma soal kerugian materi. Lebih dari itu, aksi ini langsung mengganggu hajat hidup orang banyak.
"Karena yang pertama sangat mengganggu, yang kedua itu kan kepentingan publik," tuturnya. "Sehingga sarana prasarana publiknya akan terganggu."
Intinya jelas: ada bukti, ada pelaku, maka tindakan tegas akan dijalankan. Titik.
Di sisi lain, polisi sudah bergerak. Mereka menyelidiki dugaan pencurian kabel PJU yang membuat trotoar itu rusak itu. Informasi tentang perusakan fasilitas publik tersebut telah masuk ke meja mereka.
"Ya, sementara kita sudah menerima info tersebut dan masih melakukan penyelidikan," kata Kanit Reskrim Polsek Koja, AKP Fernando, pada Minggu (25/1).
Fernando menambahkan, penyelidikan digarap bersama Polres Jakarta Utara. Fokusnya adalah mengumpulkan keterangan dan mengusut tuntas peristiwa ini. "Polsek dengan Polres masih mencari keterangan terkait peristiwa dugaan pencurian kabel tiang penerangan," katanya.
Jadi, sekarang semua mata tertuju pada hasil penyelidikan. Masyarakat menunggu, apakah ancaman tegas gubernur akan benar-benar diwujudkan, atau hanya akan jadi wacana lagi.
Artikel Terkait
Unhas Kukuhkan Kembali Prof. Jamaluddin Jompa sebagai Rektor Periode 2026-2030
Riset 150 Tahun Ungkap Generasi Z dan Milenial Lebih Bodoh dari Pendahulunya, Ilmuwan Sebut Malapetaka Kognitif
Gubernur Kaltim Rudy Masud Minta Maaf soal Renovasi Rumah Dinas Rp25 Miliar, Janji Biayai Sendiri Item Non-Kedinasan
Harga Emas Antam Kembali Turun, Kini Rp2,809 Juta Per Gram