Polres Dumai Gencar Sosialisasikan 110, Warga Diajak Tak Ragu Minta Bantuan

- Selasa, 16 Desember 2025 | 16:55 WIB
Polres Dumai Gencar Sosialisasikan 110, Warga Diajak Tak Ragu Minta Bantuan

Malam itu, di Pos Siskamling Laksamana, suasana terasa berbeda. Bukan sekadar pertemuan rutin, tapi ada upaya nyata dari Polres Dumai untuk mendekatkan layanan darurat mereka ke tengah warga. Mereka gencar menyosialisasikan nomor hotline 110, mengajak masyarakat untuk tak sungkan memanggil jika ada keadaan darurat. Responsnya, janji mereka, akan cepat.

Kegiatan yang digelar Senin (5/12) malam itu dihadiri oleh KBO Satlantas Polres Dumai, Iptu Sofiandi. Menurutnya, acara seperti ini punya tujuan ganda. Selain mengenalkan layanan, ini juga jadi wadah untuk mempererat silaturahmi dan sinergi antara polisi dan masyarakat dalam menjaga Kamtibmas.

“Lingkungan ini cukup ramai aktivitasnya, jadi mohon jangan bosan untuk terus berkomunikasi dengan warga secara humanis,” ujar Sofiandi, Selasa (16/12/2025).

Ia tak hanya berdialog, tapi juga mendengarkan keluh kesah warga tentang situasi keamanan di sekitar mereka. Sofiandi menekankan, Pos Siskamling pun bisa jadi tempat pertama untuk menyelesaikan masalah-masalah kecil, seperti konflik rumah tangga yang kerap terjadi.

“Kalau ada masalah yang butuh kehadiran polisi, silakan hubungi Bhabinkamtibmas atau Call Center 110. Itu aktif 24 jam,” tegasnya.

Di sisi lain, sambutan dari warga terasa hangat. Ketua RT 03 setempat, Angga Dewantara, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan tersebut.

“Kami siap menerima semua arahan terkait program Kamtibmas untuk kesejahteraan warga,” katanya.

Rupanya, ini bukan sekadar kunjungan insidental. Kapolres Dumai AKBP Angga Febrian Herlambang menjelaskan bahwa kegiatan semacam ini adalah program rutin. Intinya sederhana: menjaga kedekatan dengan masyarakat.

“Kami berkomitmen bekerja sama dengan warga. Tujuannya satu, menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman di Kota Dumai,” kata Angga.

Acara malam itu pun berakhir sekitar pukul 21.58 WIB. Ditutup dengan foto bersama, situasi tetap kondusif. Yang tertinggal adalah harapan bahwa garis antara polisi dan warga bisa semakin tipis, dan nomor 110 itu benar-benar akan menjadi solusi, bukan sekadar angka.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler