Anies Desak Pemerintah Percepat Bantuan, Korban Tewas Banjir-Longsor Sumatera Tembus 1.059 Jiwa

- Rabu, 17 Desember 2025 | 19:55 WIB
Anies Desak Pemerintah Percepat Bantuan, Korban Tewas Banjir-Longsor Sumatera Tembus 1.059 Jiwa

Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih menyisakan duka yang dalam. Anies Baswedan, mantan Gubernur DKI, turut menyoroti situasi ini. Ia mendesak agar pemerintah semakin gencar turun tangan untuk meringankan beban warga yang terdampak.

"Menurut saya, prioritas utama sekarang ya keselamatan," ujar Anies di Jakarta, Rabu (17/12/2025).

"Mari kita saling dukung, warga bantu warga. Tapi, negara juga harus makin intensif keterlibatannya. Tujuannya jelas: agar rakyat di Aceh, Sumut, dan Sumbar yang masih menderita ini bisa sedikit merasa lega."

Anies menekankan, setelah keselamatan, hal-hal mendasar harus segera dipenuhi. Hunian darurat, makanan, dan layanan kesehatan tak bisa ditunda-tunda lagi.

"Fase saat ini harus fokus pada itu semua. Memastikan kebutuhan pokok mulai dari makanan, minuman, pakaian, sampai tempat tinggal sementara bisa tersedia secepatnya untuk setiap orang yang kena musibah. Itu yang penting," tegasnya.

Di sisi lain, data korban terus bertambah. Kabar terbaru dari BNPB sungguh memilukan.

Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menyampaikan dalam jumpa pers, "Kami menemukan tambahan 6 jasad hari ini. Dua di Aceh Utara dan empat di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara."

Dengan penemuan itu, total korban meninggal di tiga provinsi kini mencapai 1.059 jiwa. Sementara itu, 192 orang masih dinyatakan hilang.

Gelombang pengungsian juga belum reda. Jumlah pengungsi yang tercatat saat ini melonjak menjadi 577.600 jiwa. Rincian korban jiwa per provinsi memperlihatkan betapa dahsyatnya dampak bencana ini: Aceh kehilangan 451 nyawa, Sumatera Utara 364, dan Sumatera Barat 244.

Angka-angka itu bukan sekadar statistik. Di baliknya, ada cerita pilu dan rumah-rumah yang hancur. Situasinya memang mendesak, butuh tindakan nyata yang cepat dan solid dari semua pihak.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler