Polda Sumsel Bedah Rumah Warga Kurang Mampu dalam Rangka Hari Bhayangkara

- Sabtu, 11 April 2026 | 07:45 WIB
Polda Sumsel Bedah Rumah Warga Kurang Mampu dalam Rangka Hari Bhayangkara

Palembang, Jumat (10/4) – Suasana di Lorong Beringin, Kelurahan 13 Ulu, pagi itu terasa berbeda. Di tengah pemukiman padat, sejumlah personel kepolisian terlihat sibuk membawa bahan bangunan dan peralatan. Mereka bukan sedang mengamankan kerusuhan, melainkan memulai aksi bedah rumah untuk warga yang kurang mampu. Program ini digelar Polda Sumatera Selatan dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Tak kurang dari 40 unit rumah akan direnovasi secara gotong royong di seluruh wilayah hukum Polres jajaran. Sasaran pertama adalah rumah Indra Irmawan, seorang warga yang kehilangan tempat tinggalnya akibat musibah kebakaran pada malam takbiran lalu. Kapolda Sumsel, Irjen Sandi Nugroho, hadir langsung untuk memulai seremoninya.

"Ini upaya kami membantu meningkatkan kualitas hunian. Agar lebih layak, aman, dan sehat untuk ditinggali," ujar Sandi.

Menurutnya, proses renovasi dilakukan dengan melibatkan personel kepolisian, stakeholders, dan tentu saja dukungan warga sekitar. Semuanya dikerjakan secara bergotong royong.

Namun begitu, program ambisius ini bukan cuma kerja polisi sendirian. Ada kolaborasi dengan pemerintah daerah, DPD Real Estate Indonesia (REI) Sumsel, Baznas, plus dukungan dari tokoh masyarakat setempat. Sinergi semacam ini diharapkan bisa memperkuat ikatan emosional antara Polri dan rakyat, bukan sekadar memperbaiki dinding yang lapuk.

Sandi menegaskan komitmennya. Program bedah rumah ini akan dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai wujud nyata kehadiran Polri di tengah kesulitan masyarakat.

"Ini akan terus berjalan. Tidak hanya soal fisik bangunan, tapi juga bentuk kolaborasi untuk mempererat hubungan kami dengan masyarakat," tegasnya.

Di sisi lain, kehadiran polisi dengan seragam lengkap yang memegang cat dan palu punya makna tersendiri. Mereka ingin menumbuhkan kembali semangat gotong royong yang mungkin sudah luntur. Aksi sosial semacam ini, meski terlihat sederhana, diharapkan bisa memberi manfaat jangka panjang. Terutama untuk kesehatan dan keamanan keluarga yang menerima bantuan.

Jadi, di hari Bhayangkara ini, bakti sosial mereka wujudkan dalam bentuk yang sangat konkret: atap yang tidak bocor, lantai yang layak, dan dinding yang kokoh. Sebuah langkah kecil yang mudah-mudahan terasa besar bagi mereka yang membutuhkan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar