Warga Geruduk Rumah Diduga Bandar Narkoba di Rohil, Kendaraan Dibakar

- Sabtu, 11 April 2026 | 13:30 WIB
Warga Geruduk Rumah Diduga Bandar Narkoba di Rohil, Kendaraan Dibakar

Rumah Diduga Bandar Narkoba di Rohil Digeruduk Massa, Motor Dibakar

Aksi ratusan warga di Rokan Hilir, Riau, mendadak viral. Mereka menggeruduk sebuah rumah bertingkat milik seorang pria berinisial A di Pasir Limau Kapas, Jumat kemarin. Amarah mereka meledak, dipicu oleh keresahan yang sudah lama tertahan.

Menurut sejumlah saksi, peredaran narkoba di lingkungan itu sudah sangat meresahkan. Masa depan anak-anak mereka terancam. Itulah yang membuat aksi ini didominasi oleh para ibu-ibu. Emosi mereka tak terbendung lagi.

Video yang beredar memperlihatkan situasi yang kacau. Massa berkerumun, berteriak-teriak. Suasana semakin panas ketika pagar besi rumah itu mulai dijebol. Mereka juga melempari bangunan itu dengan berbagai benda.

Tak berhenti di situ. Beberapa kendaraan di halaman rumah jadi sasaran kemarahan. Satu motor dibuang ke parit. Tiga unit lainnya ditumpuk di luar, lalu dirusak beramai-ramai. Aksi ini berlangsung hingga malam, dan puncaknya, massa membakar barang-barang milik penghuni rumah.

Di tengah keriuhan, ada momen yang menyayat hati. Seorang warga terlihat menangis histeris. Dia berteriak, menyampaikan kepedihannya karena anaknya hancur akibat jerat narkoba. Suaranya pecah, mewakili rasa frustasi banyak orang tua di sana.

Dalam orasinya, warga terus mendesak polisi untuk bertindak tegas. Mereka menuntut jaringan narkoba di wilayah mereka dibersihkan sampai ke akar-akarnya.

Melihat situasi makin tak terkendali, Camat Pasir Limau Kapas, Yahya, turun langsung. Dia berusaha meredam amuk massa.

"Terkait penyakit masyarakat, mari kita percayakan kepada petugas yang berwenang untuk menanganinya," pintanya, memohon warga untuk tenang dan menghindari tindakan anarkis.

Pihak kepolisian pun angkat bicara. Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pandra, mengonfirmasi kejadian ini. Dia menegaskan bahwa tuntutan warga akan ditindaklanjuti.

"Kami akan mendalami dugaan peredaran narkoba di lokasi tersebut," ujarnya. Penyidikan lebih lanjut akan dilakukan untuk menjawab keresahan warga dan menjaga keamanan. Namun begitu, dia mengingatkan agar proses hukum tetap dijalankan tanpa kekerasan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar