Menurutnya, upaya ini dilakukan bersama pemerintah daerah dan unsur terkait untuk mendukung proses pencarian dan penanganan korban.
Bantuan dari pusat mengalir melalui Gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. Isinya beragam, mulai dari tenda serbaguna, tenda keluarga, kasur, selimut, hingga ratusan paket makanan siap saji dan perlengkapan khusus untuk anak-anak dan keluarga. Di lapangan, Dinas Sosial setempat bersama relawan Tagana bergerak cepat mendirikan dapur umum. Lokasinya strategis, di samping kantor desa, dengan pendanaan dari APBD kabupaten.
Di sisi lain, operasi pencarian tak kunjung berhenti. Tim gabungan yang melibatkan Basarnas, BNPB, BPBD, TNI, Polri, dan dinas sosial terus menyisir puing dan lumpur. Pekerjaan mereka sangat berat, namun semangat untuk menemukan saudara-saudara yang masih hilang tak pernah padam.
Jadi, sementara tim SAR berjuang di titik longsor, di bawah tenda dapur umum, para relawan juga berjuang dengan cara mereka sendiri: memastikan tidak ada seorang pun yang bertarung dengan perut kosong.
Artikel Terkait
Bukan Laba, Ini Alasan di Balik Margin 7 Persen BULOG
BTN Pacu Laba 22 Persen, Siapkan Investasi Triliunan untuk 2026
Manajer Lula Lahfah Penuhi Panggilan Polisi, Pemeriksaan Berlangsung Hampir Seharian
BNI Salurkan Rp88 Triliun Kredit dari Dana Pemerintah Rp55 Triliun