Per akhir Januari kemarin, pasar modal Indonesia mencatatkan pencapaian yang cukup signifikan. Jumlah investor sudah menyentuh angka 21 juta SID. Bayangkan, hanya dalam satu bulan saja, ada tambahan sekitar 673 ribu single investor identification baru.
Kautsar Primadi Nurahmad, Sekretaris Perusahaan BEI, yang memberikan rincian data ini pada Sabtu (31/1), menyebutkan bahwa pertumbuhan ini merupakan kelanjutan dari tren positif sepanjang tahun 2025. Kala itu, pertumbuhannya bahkan lebih dahsyat, mencapai 5,4 juta SID, dari posisi akhir 2024.
“Angka ini merupakan penambahan sejumlah 673 ribu SID dibandingkan posisi akhir 2025 yang tercatat sebanyak 20,3 juta SID, setelah sepanjang tahun 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 5,4 juta SID,” jelas Kautsar.
Kalau dilihat lebih spesifik ke investor saham, angkanya juga menggembirakan. Hampir menembus 9 juta, tepatnya 8,9 juta SID. Dibanding akhir tahun lalu, terjadi kenaikan sekitar 368 ribu investor. Mirip dengan tren keseluruhan, tahun 2025 sendiri merupakan tahun yang luar biasa bagi pasar saham kita dengan tambahan 2,2 juta investor saham baru.
Namun begitu, gairah investor ini ternyata tak selalu berbanding lurus dengan aktivitas perdagangan di bursa pada pekan terakhir Januari. Data perdagangan saham periode 26 sampai 30 Januari 2026 menunjukkan pergerakan yang beragam.
Di satu sisi, ada indikator yang melonjak cukup tinggi. Rata-rata nilai transaksi harian di BEI, misalnya, naik signifikan sebesar 29,28 persen menjadi Rp43,76 triliun. Angka ini jauh lebih besar dibanding pekan sebelumnya yang ‘hanya’ Rp33,85 triliun.
Frekuensi transaksi harian juga ikut naik, meski tipis, sekitar 1,59 persen menjadi 3,82 juta kali.
Tapi di sisi lain, ada data yang justru mengalami penurunan.
“Sedangkan data volume transaksi harian Bursa pada pekan ini mengalami perubahan yaitu sebesar 3,69 persen menjadi 63,3 miliar saham, dari 65,73 miliar saham pada pekan sebelumnya,” tambah Kautsar.
Jadi, gambaran pekan itu cukup menarik: nilai uang yang bertransaksi membesar, frekuensi ordernya lebih sering, tapi jumlah saham yang berpindah tangan justru sedikit berkurang. Sebuah dinamika yang wajar di tengah euforia pertumbuhan jumlah investor yang terus meroket.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020