MURIANETWORK.COM - Perum Bulog memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah. Langkah ini diambil guna memastikan ketersediaan komoditas pokok seperti beras dan minyak goreng tetap aman dan terjangkau bagi masyarakat, menyusul arahan langsung dari Presiden untuk mengantisipasi potensi gejolak harga.
Sinergi Lintas Sektor untuk Pengendalian Harga
Komitmen tersebut ditegaskan dalam sebuah rapat koordinasi yang melibatkan Perumda Pasar Jaya, dinas-dinas terkait di Pemprov DKI Jakarta, serta para pemangku kepentingan lainnya. Fokus utamanya adalah penguatan distribusi dan pengendalian inflasi untuk komoditas strategis. Sinergi ini dianggap krusial, terutama setelah keberhasilan menjaga stabilitas harga pada momen Natal dan Tahun Baru yang lalu.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menekankan pentingnya kerja sama ini. "Hari ini kami dengan Dinas Perdagangan, Kepala Dinas KPKP (Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian) dan PD Pasar Jaya, maupun teman-teman yang ada di seluruh Tanah Air, kita bersinergi dengan Satgas Pangan untuk mencari solusi supaya harga-harga tetap terkendali seperti kemarin pada saat menjelang Natal dan Tahun Baru," tuturnya di Jakarta, Sabtu.
Langkah Konkret di Lapangan
Sebagai bentuk kesiapan, Bulog telah menyiapkan serangkaian langkah preventif. Upaya ini mencakup penguatan pasokan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), distribusi beras SPHP dan Minyakita, serta kesiapan untuk melaksanakan operasi pasar jika diperlukan. Rencananya, akan dibentuk Kios Bulog di 146 lokasi Pasar Jaya sebagai perpanjangan tangan gudang untuk menyuplai komoditas langsung kepada pengecer.
Rizal menegaskan kesiapan institusinya untuk bertindak cepat. "Kami juga siap bergerak cepat melakukan operasi pasar bersama pemerintah daerah apabila terdeteksi adanya kenaikan harga yang tidak wajar," ujarnya.
Dukungan dari Mitra Strategis
Dukungan terhadap upaya stabilisasi ini juga datang dari mitra strategis Bulog. Perumda Pasar Jaya, misalnya, telah memastikan ketersediaan stok di tingkat kulakan dan rutin menggelar bazar serta pasar murah di berbagai lokasi.
Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan Widiyanto, memberikan rincian lebih lanjut. “Selain itu, menjelang HBKN Idul Fitri 2026 kami juga menggelar bazar cabai rawit merah dan cabai merah keriting di gerai-gerai Pasar Jaya, termasuk di wilayah Kepulauan Seribu, untuk menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat,” ungkapnya.
Monitoring Ketat dan Respons Cepat
Di sisi lain, aparat pemerintah daerah juga mengerahkan mekanisme pengawasan yang ketat. Kepala Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, menjelaskan bahwa pengendalian inflasi dilakukan melalui pemantauan intensif harga dan stok bahan pokok, serta pengawasan distribusi Minyakita dan LPG 3 kg.
“Monitoring harga bahan pokok kami lakukan secara rutin melalui sistem SP2KP dan IPJ, baik di pasar rakyat maupun ritel modern. Untuk MinyaKita, kami menggandeng BULOG dan stakeholder terkait agar penyaluran langsung kepada pedagang di pasar prioritas berjalan optimal sehingga harga tetap sesuai HET,” jelasnya.
Dengan pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif ini, diharapkan stabilitas pasokan dan harga pangan dapat terjaga. Tujuannya, agar masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadan dan merayakan Idul Fitri dengan lebih tenang tanpa dibebani kekhawatiran atas ketersediaan kebutuhan pokok.
Artikel Terkait
Pakar Soroti Dua Dosa Besar Unggahan Cukup Saya WNI, Anak Jangan
Prabowo Temui 12 Investor AS di Washington, Tegaskan Komitmen Iklim Investasi
Putusan MA AS Batalkan Tarif Trump Buka Peluang Renegosiasi Perdagangan bagi Indonesia
Perpustakaan Jakarta Tetap Buka Setiap Hari Selama Ramadan 2026 dengan Penyesuaian Jam Operasional