Minggu pagi (7/12/2025) di Aceh, Presiden Prabowo Subianto kembali turun ke lokasi-lokasi yang porak-poranda diterjang banjir. Kedatangannya ini untuk melihat langsung sekaligus memastikan penanganan darurat berjalan sesuai harapan.
Pesawat yang membawanya mendarat di Lanud Sultan Iskandar Muda sekitar pukul 10.20 WIB. Di sana, Menteri Pertahanan Sjafrie Samsoedin dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf sudah menunggu. Begitu turun, Prabowo langsung menyambut dan bersalaman dengan para pejabat.
Namun yang menarik perhatian, saat berjumpa dengan Gubernur Mualem, Presiden tak sekadar berjabat tangan. Ia memeluknya. Mereka pun terlihat berbincang singkat, meski tak terdengar apa yang dibicarakan.
Rencananya, setelah itu rombongan presiden akan bergerak meninjau beberapa titik kritis. Jembatan Bailey di Teupin Mane, Kabupaten Bireuen, menjadi salah satu tujuan. Jembatan ini vital untuk akses warga.
Tak cuma itu, Prabowo juga akan menyambangi Posko Pengungsian di Desa Balee Panah, Kecamatan Juli. Di sana, ratusan warga yang kehilangan rumah masih bertahan, menunggu bantuan dan kepastian.
Intinya, Presiden ingin memastikan dua hal: bantuan sampai ke tangan yang tepat dan proses pemulihan berjalan cepat. Ia juga akan mengecek soal evakuasi warga serta upaya membuka akses jalan yang masih terputus. Bagi warga Aceh yang sedang berjuang, kehadiran ini diharapkan bisa memberi sedikit ketenangan.
“Kami akan percepat semua upaya darurat di sini,” ujar salah seorang anggota rombongan, menyiratkan komitmen pemerintah pusat.
Artikel Terkait
Perempuan di Bandung Alami Penyekapan dan Kehilangan Penglihatan, Pakar Soroti Pentingnya Pendidikan Cegah Kekerasan Gender
Empat Calon Manajer Koperasi Desa Tewas saat Latihan Kemiliteran, Publik Soroti Prosedur Keselamatan
Paduan Suara Sulsel Guncang Aula Unipa Manokwari, Raih Standing Ovation di Pesparawi Nasional 2026
Roy Suryo dan dr Tifa Siap Hadapi Sidang, Pendukung Targetkan Pembebasan dan Pembuktian Keaslian Ijazah Jokowi