Dapur Umum SDN 1 Pasirlangu: 4.500 Porsi Harapan di Tengah Puing Longsor

- Senin, 26 Januari 2026 | 13:40 WIB
Dapur Umum SDN 1 Pasirlangu: 4.500 Porsi Harapan di Tengah Puing Longsor

Dapur umum di SDN 1 Pasirlangu terus berasap. Di tengah kesibukan tim SAR yang berjuang mencari puluhan korban hilang, aroma masakan dari tenda darurat itu menjadi penanda kehidupan yang tak putus. Setiap harinya, tak kurang dari 4.500 bungkus nasi beserta lauk-pauk dihasilkan dari sana, untuk memenuhi perut ratusan pengungsi dan petugas yang bekerja tanpa lelah.

Bencana datang di tengah malam buta. Sabtu (24/1) dini hari, sekitar pukul dua, tanah di lereng curam Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, itu akhirnya ambrol. Hujan deras yang mengguyur sejak sehari sebelumnya membuat tanah jenuh air dan bergerak, menimbun permukiman warga di bawahnya. Akibatnya, 34 kepala keluarga atau 113 jiwa terdampak langsung.

Data per Minggu (25/1) malam menunjukkan situasi yang suram: 17 orang meninggal dunia, sementara 73 warga lainnya masih hilang dan terus dicari. Saat ini, 498 pengungsi terpaksa menempati aula Kantor Desa Pasirlangu. Tak hanya korban jiwa, 30 unit rumah warga di Kampung Pasirkuning dan sekitarnya juga rusak tertimbun.

Merespons keadaan, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat langsung menetapkan status Tanggap Darurat. Status ini berlaku hingga 6 Februari 2026 mendatang. Nah, di sinilah peran krusial dapur umum dan bantuan logistik lainnya bekerja.

“Kementerian Sosial menyalurkan bantuan logistik untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi,” jelas Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Senin (26/1).


Halaman:

Komentar