Luka itu masih terasa. Gagal melangkah ke Piala Dunia 2026 meninggalkan bekas yang dalam bagi sepak bola Indonesia. Kini, sebuah babak baru dimulai dengan kehadiran John Herdman. Sang pelatih baru ini punya tugas yang tak ringan: membangkitkan kembali performa Tim Garuda dan, yang lebih sulit, memulihkan kepercayaan yang sempat luluh.
Ujian pertamanya akan segera tiba. Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah FIFA Series 2026, turnamen mini yang digelar 27 hingga 30 Maret mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Semua mata pasti akan menyoroti debut Herdman di pinggir lapangan. Akankah manis, atau justru berakhir dengan tanda tanya?
Di sisi lain, lawan yang dihadapi pun cukup beragam. Tim Garuda dijadwalkan berjumpa dengan Saint Kitts and Nevis. Sementara itu, di laga lainnya, Bulgaria akan berhadapan dengan Kepulauan Solomon. Pemenang dari kedua pertandingan itu nantinya bakal bentrok di partai puncak.
Secara statistik, posisi Indonesia di peringkat FIFA (ke-122) memang lebih baik ketimbang Saint Kitts and Nevis yang berada di peringkat 154. Bermain di kandang sendiri tentu jadi modal psikologis yang tak ternilai. Tapi sepak bola tak pernah cuma soal angka di atas kertas.
Kalau Bulgaria (peringkat 87) sukses mengatasi Kepulauan Solomon (152), besar kemungkinan final akan mempertemukan Indonesia melawan tim Eropa tersebut. Nah, di sinilah tantangan sesungguhnya. Mampukah Herdman membawa pulang trofi perdana di masa jabatannya yang juga baru dimulai?
Pertanyaan itu masih menggantung. Jawabannya, kita tunggu saja di SUGBK akhir Maret nanti.
Artikel Terkait
Wakil Ketua DPR Sari Yuliati: Indonesia Pacu Pasar Karbon Berintegritas Tinggi di Forum Dunia
MK Tolak Gugatan Larangan Keluarga Pejabat Maju di Pilpres
Polisi Ungkap Video Tawuran Pelajar di Pandeglang Hanya untuk Konten Media Sosial
APBD Makassar Terserap 11,07%, Wali Kota Tekankan Kualitas Hasil Lebih Penting dari Kecepatan Anggaran