Rapat kerja antara Komisi III DPR dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Senayan, Senin lalu, tak hanya membahas agenda rutin. Ada satu poin yang ditegaskan dengan keras oleh fraksi PDIP: mereka bersikukuh bahwa pemilihan Kapolri harus tetap melalui mekanisme parlemen.
Ketua Kelompok Fraksi PDIP di komisi itu, Safaruddin, yang menyampaikannya langsung di hadapan Sigit. Suaranya tegas di ruang rapat Gedung Nusantara II.
"Kami fraksi PDI Perjuangan mendukung Polri, pemilihan Kapolri melalui Komisi III DPR dan mendukung Polri tetap di bawah langsung Presiden," ujar Safaruddin.
"Tidak di bawah menteri, langsung aja ke Bapak Presiden."
Pernyataan ini sekaligus menjadi penolakan terhadap wacana yang sempat beredar, yaitu usulan agar Polri ditempatkan di bawah kementerian. Bagi PDIP, posisi langsung di bawah presiden dinilai lebih tepat.
Menurut Safaruddin, reformasi Polri yang sedang digalakkan seharusnya fokus pada persoalan kultur. Intinya mengubah perilaku aparat agar lebih melayani masyarakat. Bukan malah mengutak-atik sistem atau kedudukan institusi tersebut.
Artikel Terkait
Potensi Rp 42 Triliun, Pasar Game Indonesia Masih Dikuasai Produk Asing
Sriwijaya Capital Suntik Rp 300 Miliar ke SESNA untuk Proyek Raksasa di Sulawesi
Musim Hujan Tiba, Ini Asupan yang Harus Dikonsumsi dan Dihindari
Pertarungan Politik Mengintai, The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga