Video Amukan di Bogor Ternyata Rekaman Lama, Polisi Ungkap Drama Keluarga di Baliknya

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 13:40 WIB
Video Amukan di Bogor Ternyata Rekaman Lama, Polisi Ungkap Drama Keluarga di Baliknya

Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria sedang mengamuk di dalam sebuah rumah di Kecamatan Tamansari, Bogor, mendadak ramai diperbincangkan. Dalam rekaman itu, pria tersebut terlihat jelas sedang meluapkan kemarahan kepada beberapa orang yang ada di dalam kamar.

Di depan pintu, seorang perempuan berusaha menghalanginya masuk. Suasana tegang itu terekam dan akhirnya menyebar ke berbagai platform media sosial pada Sabtu (6/12/2025).

Narasi yang menyertai video itu adalah permintaan tolong. Pelapor, salah seorang warga, mengaku khawatir perilaku agresif pria itu bisa membahayakan nyawa ibu, istri, dan anaknya sendiri.

Tapi ternyata, ceritanya tak sesederhana itu.

Kapolsek Tamansari, Iptu Jajang, mengonfirmasi kejadiannya memang benar. Namun, ada satu hal penting yang terlewat: peristiwa ini bukan hal baru. "Kejadiannya iya benar, tapi kejadian lima, enam bulan yang lalu," katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (6/12).

Menurut Jajang, pria yang marah-marah itu punya hubungan keluarga dengan si pembuat video. Dia adalah kakak kandung dari orang yang memviralkannya. Sementara yang mengabadikan momen itu adalah adik iparnya sendiri.

"Memang yang marah-marah itu agak 'gangguan', suka ngelamun," tutur Jajang, merujuk pada kondisi kejiwaan pria tersebut. "Diviralkanlah oleh adiknya ke medsos."

Lokasi kejadiannya di Desa Sukajadi. Tapi saat petugas mendatangi lokasi, keluarga tersebut sudah pindah rumah ke Desa Pasir Eurih. Pihak kepolisian pun tetap melakukan pengecekan dan pendampingan.

"Kemarin saya ke sana, terus tadi pagi dikasih obat biar nggak marah-marah sama Puskesmas," imbuhnya.

Upaya untuk menangani kondisi pria itu sebenarnya sudah beberapa kali dilakukan. Jajang menyebut, sudah tiga kali tawaran untuk merawatnya di Rumah Sakit Jiwa diajukan. Sayangnya, keluarga selalu menolak.

Alasannya berubah-ubah. "Pertama memang nggak punya BPJS, terus nggak punya biaya, padahal itu sudah ditanggung Dinsos," ucap Jajang. "Terakhir tadi pagi mau dibawa, tapi karena dikasih obat nggak usah katanya."

Kasus ini pun akhirnya lebih menyerupai drama keluarga yang terlambat viral, ketimbang sebuah insiden berbahaya yang baru terjadi. Di balik konten yang menyedot perhatian, ternyata ada kisah panjang penanganan kesehatan jiwa yang berujung pada jalan buntu.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini