Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria sedang mengamuk di dalam sebuah rumah di Kecamatan Tamansari, Bogor, mendadak ramai diperbincangkan. Dalam rekaman itu, pria tersebut terlihat jelas sedang meluapkan kemarahan kepada beberapa orang yang ada di dalam kamar.
Di depan pintu, seorang perempuan berusaha menghalanginya masuk. Suasana tegang itu terekam dan akhirnya menyebar ke berbagai platform media sosial pada Sabtu (6/12/2025).
Narasi yang menyertai video itu adalah permintaan tolong. Pelapor, salah seorang warga, mengaku khawatir perilaku agresif pria itu bisa membahayakan nyawa ibu, istri, dan anaknya sendiri.
Tapi ternyata, ceritanya tak sesederhana itu.
Kapolsek Tamansari, Iptu Jajang, mengonfirmasi kejadiannya memang benar. Namun, ada satu hal penting yang terlewat: peristiwa ini bukan hal baru. "Kejadiannya iya benar, tapi kejadian lima, enam bulan yang lalu," katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (6/12).
Menurut Jajang, pria yang marah-marah itu punya hubungan keluarga dengan si pembuat video. Dia adalah kakak kandung dari orang yang memviralkannya. Sementara yang mengabadikan momen itu adalah adik iparnya sendiri.
"Memang yang marah-marah itu agak 'gangguan', suka ngelamun," tutur Jajang, merujuk pada kondisi kejiwaan pria tersebut. "Diviralkanlah oleh adiknya ke medsos."
Lokasi kejadiannya di Desa Sukajadi. Tapi saat petugas mendatangi lokasi, keluarga tersebut sudah pindah rumah ke Desa Pasir Eurih. Pihak kepolisian pun tetap melakukan pengecekan dan pendampingan.
"Kemarin saya ke sana, terus tadi pagi dikasih obat biar nggak marah-marah sama Puskesmas," imbuhnya.
Upaya untuk menangani kondisi pria itu sebenarnya sudah beberapa kali dilakukan. Jajang menyebut, sudah tiga kali tawaran untuk merawatnya di Rumah Sakit Jiwa diajukan. Sayangnya, keluarga selalu menolak.
Alasannya berubah-ubah. "Pertama memang nggak punya BPJS, terus nggak punya biaya, padahal itu sudah ditanggung Dinsos," ucap Jajang. "Terakhir tadi pagi mau dibawa, tapi karena dikasih obat nggak usah katanya."
Kasus ini pun akhirnya lebih menyerupai drama keluarga yang terlambat viral, ketimbang sebuah insiden berbahaya yang baru terjadi. Di balik konten yang menyedot perhatian, ternyata ada kisah panjang penanganan kesehatan jiwa yang berujung pada jalan buntu.
Artikel Terkait
Anak 12 Tahun Tewas Tersambar Petir Saat Bermain Bola di Bogor, Satu Korban Luka
Korps Marinir TNI AL Catat 22 Jenderal dalam 54 Tahun, Kini Dipimpin Letjen Endi Supardi
Rusia Umumkan Gencatan Senjata Dua Hari di Ukraina, Ancam Serang Rudal Pusat Kyiv Jika Dilanggar
Permenaker Baru soal Outsourcing Tuai Pro dan Kontra, Anggota DPR Akui Pengawasan Masih Titik Lemah