Korps Marinir TNI AL Catat 22 Jenderal dalam 54 Tahun, Kini Dipimpin Letjen Endi Supardi

- Selasa, 05 Mei 2026 | 09:30 WIB
Korps Marinir TNI AL Catat 22 Jenderal dalam 54 Tahun, Kini Dipimpin Letjen Endi Supardi

Korps Marinir Republik Indonesia (Kormar RI) saat ini berada di bawah komando Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi, sebuah posisi yang mengalami peningkatan status seiring dengan validasi organisasi yang dilakukan oleh TNI Angkatan Laut. Sebelum transformasi tersebut, jabatan tertinggi di Korps Marinir dikenal sebagai Komandan Korps Marinir (Dankormar) yang diemban oleh perwira tinggi bintang dua atau Mayor Jenderal TNI (Mar). Perubahan ini menandai babak baru dalam struktur kepemimpinan satuan elite kebanggaan matra laut tersebut.

Dalam rentang waktu lebih dari lima dekade, sejak era kepemimpinan pertama pada tahun 1971 hingga saat ini, tercatat sebanyak 22 jenderal yang telah memimpin Korps Marinir TNI AL. Mereka berasal dari berbagai angkatan akademi dan memiliki latar belakang pengalaman tempur yang beragam, mencerminkan dinamika regenerasi kepemimpinan di lingkungan pasukan amfibi ini. Setiap periode kepemimpinan membawa warna tersendiri dalam pengembangan dan modernisasi satuan.

Korps Marinir TNI AL sendiri memiliki peran strategis sebagai unit pasukan yang menyelenggarakan operasi amfibi, pertahanan pantai, serta pengamanan pulau-pulau terluar yang bersifat strategis. Tidak hanya itu, satuan ini juga bertugas membina potensi maritim dan memastikan kesiapan operasi satuan Marinir untuk mendukung operasi militer untuk perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP). Dengan demikian, keberadaan Korps Marinir menjadi pilar penting dalam menjaga kedaulatan negara di wilayah laut dan pesisir.

Dalam struktur organisasi TNI, Korps Marinir memiliki kedudukan ganda, yaitu sebagai Komando Utama Operasi TNI dan Komando Utama Pembinaan TNI Angkatan Laut. Konsekuensinya, Panglima Korps Marinir berada langsung di bawah dan bertanggung jawab kepada Panglima TNI. Hal ini menunjukkan betapa vitalnya peran satuan ini dalam rantai komando pertahanan nasional.

Menelusuri jejak kepemimpinan, deretan nama-nama yang pernah memimpin dimulai dari Mayjen TNI (KKO) Moh Anwar yang menjabat pada 6 Desember 1971 hingga 15 Juli 1977. Ia merupakan lulusan SPT Tegal 1945 dan mengakhiri kariernya dengan pangkat terakhir mayor jenderal. Setelahnya, tongkat estafet diteruskan oleh Mayjen TNI (Mar) RH Kahpi Suriadiredja yang memimpin dari 15 Juli 1977 hingga 1 Mei 1983, dan berhasil meraih pangkat letnan jenderal di akhir masa dinasnya.

Selanjutnya, Mayjen TNI (Mar) Muntaram memegang kendali dari 1 Mei 1983 hingga Januari 1987, disusul oleh Mayjen TNI (Mar) Aminullah Ibrahim pada Januari 1987 hingga Agustus 1990. Keduanya merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) dengan pangkat puncak mayor jenderal. Pada era 1990-an, kepemimpinan berganti ke Mayjen TNI (Mar) Baroto Sardadi (Agustus 1990–November 1992), lalu Mayjen TNI (Mar) Gafur Chalik (Desember 1992–April 1994), dan Mayjen TNI (Mar) Djoko Pramono (April 1994–Februari 1996).

Memasuki akhir dekade tersebut, Mayjen TNI (Mar) Suharto memimpin dari Februari 1996 hingga 1999 dan berhasil menyandang pangkat letnan jenderal. Era 2000-an dibuka oleh Mayjen TNI (Mar) Harry Triono yang menjabat dari 1999 hingga 20 November 2002, kemudian digantikan oleh Mayjen TNI (Mar) Achmad Rifai hingga 9 November 2004. Keduanya merupakan lulusan AKABRI dengan latar belakang yang mumpuni di bidang kemiliteran.

Pada pertengahan 2000-an, Mayjen TNI (Mar) Safzen Noerdin memimpin dari 9 November 2004 hingga 6 Juni 2007, diselingi oleh masa jabatan singkat Mayjen TNI (Mar) Nono Sampono yang hanya berlangsung hingga 12 Februari 2008. Setelah itu, Mayjen TNI (Mar) Djuanidi Djahri mengambil alih hingga 2 September 2009. Memasuki era 2010-an, kepemimpinan dipegang oleh Mayjen TNI (Mar) Muhammad Alfan Baharudin (2 September 2009–1 Agustus 2012), lalu Mayjen TNI (Mar) Achmad Faridz Washington (1 Agustus 2012–30 Maret 2015), dan Mayjen TNI (Mar) Buyung Lalana (30 Maret 2015–15 Juni 2016).

Pada periode berikutnya, Mayjen TNI (Mar) Raden Mas Trusono memimpin dari 15 Juni 2016 hingga 23 Februari 2017, disusul oleh Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono yang menjabat hingga 27 Desember 2018. Keduanya berhasil mencapai pangkat letnan jenderal. Selanjutnya, Mayjen TNI (Mar) Suhartono memegang komando dari 27 Desember 2018 hingga 21 Januari 2022, sebelum digantikan oleh Mayjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto hingga 21 Mei 2023.

Mayjen TNI (Mar) Nur Alamsyah menjadi pemimpin ke-21 dengan masa jabatan singkat, yaitu dari 21 Mei 2023 hingga 15 November 2023. Ia merupakan lulusan AAL 1989 dan terakhir menjabat sebagai Komandan Komando Pendidikan dan Pelatihan TNI AL. Puncak dari rangkaian kepemimpinan ini adalah Letjen TNI (Mar) Endi Supardi, yang pertama kali menjabat sebagai Dankormar dengan pangkat mayor jenderal pada 15 November 2023 hingga 10 Agustus 2025. Setelah validasi organisasi dan peningkatan status, ia resmi menyandang pangkat letnan jenderal dan menjabat sebagai Pangkormar sejak 10 Agustus 2025 hingga sekarang. Ia merupakan lulusan AAL 1990 yang kini memimpin Korps Marinir di era baru.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar