Warung Sunda di Jagakarsa yang Sajikan Tumis Kulit Singkong dan Kopi Kekinian

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 17:54 WIB
Warung Sunda di Jagakarsa yang Sajikan Tumis Kulit Singkong dan Kopi Kekinian

Di Jalan Durian, Jagakarsa, ada satu warung makan yang menyajikan sesuatu yang berbeda. Namanya You Warung Ngeunah. Tempat ini menghidangkan beragam masakan Sunda yang cukup langka, sulit ditemukan di warung-warung lain. Yang menarik, di sini juga ada coffee shop-nya. Cocok banget buat yang mau nongkrong santai atau sekadar WFC alias kerja dari kafe.

Semua berawal dari usaha katering rumahan yang dijalankan Kartina, sang pemilik, saat pandemi COVID-19 melanda. Beberapa tahun menggeluti katering, akhirnya dia memberanikan diri buka tempat makan sendiri. Awalnya, di tahun 2019, konsepnya cuma coffee shop biasa dengan menu camilan dan pasta. Tapi Kartina punya ide. Dia mencoba menyelipkan menu-menu katering khas Sunda andalannya ke dalam daftar hidangan.

“Jadi, pas mau cari-cari tempat kayaknya ya udah, deh satuin aja. Jadi tetap ada makanan western-nya, tapi ada Sundaannya juga. Nah, si (makanan) Sundaan ini saya bikin dengan konsep prasmanan,”

kisah Kartina kepada kumparanFOOD, Rabu (21/1) lalu. Akhirnya, sejak Juli 2025, You Warung Ngeunah resmi hadir dengan tambahan menu lengkap khas Sunda.

Dengan sistem prasmanan itu, Kartina ingin pelanggannya bisa leluasa memilih. Nasi, lalapan segar, sambal, dan sayur asem bisa diambil sepuasnya. Tapi yang bikin tempat ini makin istimewa adalah hidangan-hidangan uniknya. Ada tumis cabai gendot yang dicampur ebi, misalnya. Atau tumis kulit singkong yang jarang dijumpai. Berkat menu-menu langka itulah, warung ini ramai diperbincangkan dan jadi viral di media sosial.

Bagi yang enggak mau makan berat, tenang saja. Masih ada camilan dan menu ala western. Sambil bersantai, pengunjung juga bisa menikmati secangkir kopi, mulai dari manual brew, espresso based, sampai minuman kekinian.

Selain hidangan Sunda, ada juga beberapa menu andalan lain yang wajib dicoba. Sop buntut, misalnya. Dengan harga sekitar Rp 85 ribuan, kamu dapat sepotong besar buntut sapi yang dagingnya empuk dan lemaknya lumer. Kuahnya sangat berkaldu, gurih, dan terasa rempahnya. Dilengkapi kentang, tomat, daun bawang, plus nasi, emping, sambal, dan acar. Porsinya worth it banget.

Kalau lagi pengin yang berkuah tapi bukan nasi, coba saja mie tek-tek khas Bandung.

“Kalau di Bandung mi tek-tek ini kan banyak dijual dengan gerobakan, yang suka lewat di depan rumah. Jadi mi tek-teknya itu yang benar-benar bumbunya berasa banget. Mi-nya yang kita pakai juga bukan mi instan atau bungkusan. Mi-nya yang kita pakai semacam kaya (buat) mi Aceh. Mi-nya tebal, kuning, kalau di Bandung kita bilangnya, ya mi Bandung,”

jelas Kartina.


Halaman:

Komentar