Bekas Ikat Pinggang dan Misteri Identitas di Balik Kematian Remaja di TPU Bekasi

- Selasa, 13 Januari 2026 | 15:54 WIB
Bekas Ikat Pinggang dan Misteri Identitas di Balik Kematian Remaja di TPU Bekasi

Seorang remaja laki-laki tanpa identitas ditemukan tewas di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kompleks BRI, Bekasi Barat. Polisi kini telah mengamankan seorang terduga pelaku. Kasus ini berawal dari penemuan jenazah yang langsung mencurigakan.

Di tubuh korban, jelas terlihat bekas ikatan. Menurut AKBP Braiel Arnold Rondonuwu dari Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota, itu adalah bekas ikat pinggang. Temuan ini menguatkan indikasi adanya tindak kejahatan.

“Betul di tubuh korban ada bekas ikatan ikat pinggang, sudah diautopsi,” ujar Braiel, Selasa (13/1).

Ia menjelaskan, penanganan awal dilakukan Polsek Bekasi Barat sebelum penyelidikan diperkuat oleh tim gabungan Polda dan Polres.

“Untuk terduga pelaku informasi terakhir sudah diamankan oleh Subdit Jatanras Polda Metro,” katanya menambahkan.

Dugaan pembunuhan memang sudah mengemuka sejak awal. Polisi punya alasan. Di sekitar TKP, tak ada riuh tawuran atau keributan lain yang bisa jadi penyebab kematian. Situasinya sepi, dan itu makin menyalakan lampu tanda tanya.

“Dugaan sementara korban pembunuhan karena tidak ada kejadian tawuran di sekitar TKP,” tegas Braiel.

Sementara itu, jangankan motif, identitas korban pun masih jadi misteri. Kapolsek Bekasi Barat AKP Wahyudi mengaku pihaknya masih blank. Tak ada laporan warga tentang keluarga yang hilang yang cocok dengan deskripsi korban.

“Belum ditemukan identitasnya hingga sekarang. Korban saat ini masih di RS Polri Kramat Jati (Jakarta Timur),” ucap Wahyudi.

Jalannya penyelidikan sekarang berpusat pada dua hal: mengorek motif dari terduga pelaku yang sudah diamankan, dan berusaha keras memecahkan teka-teki siapa sebenarnya remaja malang itu. Upaya pengungkapan masih terus digenjot.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar