Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar GBK Berlaku Saat Yellow Run 2026, Dishub Siapkan Rute Alternatif

- Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:55 WIB
Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar GBK Berlaku Saat Yellow Run 2026, Dishub Siapkan Rute Alternatif

Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan memberlakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan ibu kota pada Minggu, 7 Juni 2026, menyusul penyelenggaraan acara lari massal Yellow Run 2026. Kegiatan olahraga yang dijadwalkan berlangsung sejak pukul 05.30 hingga 08.00 WIB itu dipastikan akan berdampak pada arus kendaraan di kawasan pusat kota, khususnya di sekitar Gelora Bung Karno (GBK) dan ruas jalan utama yang menjadi lintasan peserta.

Berdasarkan pengumuman resmi penyelenggara, rute perlombaan terbagi dalam dua kategori jarak tempuh, yakni lima kilometer dan sepuluh kilometer. Untuk kategori lima kilometer, peserta memulai lari dari titik start di Pintu 7 GBK, kemudian menyusuri Jalan Jenderal Sudirman sisi Barat dan Jalan Gatot Subroto pada segmen Simpang Susun Semanggi sisi Timur. Selanjutnya, pelari diarahkan ke Jalan Jenderal Sudirman sisi Timur dan Jalan Senopati, melintasi Patung Pemuda Membangun, sebelum kembali ke titik finis di Pintu 7 GBK melalui Jalan Jenderal Sudirman sisi Timur.

Sementara itu, rute untuk kategori sepuluh kilometer memiliki lintasan yang lebih panjang. Peserta tetap memulai dari Pintu 7 GBK menuju Jalan Jenderal Sudirman sisi Barat, lalu diwajibkan berputar di Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan berbalik arah masuk ke Jalan Jenderal Sudirman sisi Timur. Setelah itu, pelari kembali berputar di Patung Pemuda Membangun dan menyusuri Jalan Jenderal Sudirman sisi Timur hingga tiba di titik finis di Pintu 7 GBK.

Untuk mengantisipasi kepadatan, Dishub DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah rute alternatif bagi pengendara yang melintas di kawasan tersebut pada pagi hari. Arus lalu lintas dari arah Barat, yakni Tanah Abang, menuju Timur seperti Manggarai atau Kampung Melayu, diarahkan melintasi Jalan K.H Mas Mansyur dan berlanjut ke Jalan R.M Margono Djojohadikoesoemo atau Jalan Prof. Dr. Satrio. Sebaliknya, kendaraan dari arah Timur menuju Barat, seperti dari Menteng atau Slipi, dialihkan melalui Jalan Hos Cokroaminoto, Jalan Sultan Agung, atau Jalan KH. Abdullah Syafei.

Di sisi lain, arus kendaraan dari Utara, tepatnya dari kawasan Harmoni menuju Selatan seperti Blok M, diarahkan melintasi Jalan Suryopranoto, Jalan Tomang Raya, hingga tembus ke Jalan Letjen S. Parman. Adapun kendaraan dari arah Selatan menuju Utara, seperti dari Blok M atau Jalan Pattimura menuju Harmoni, dialihkan melalui Jalan Sisingamangaraja, Jalan Pakubuwono VI, serta Jalan Hang Lekir II.

Bagi peserta dan masyarakat yang datang menggunakan kendaraan pribadi, penyelenggara telah menyediakan sepuluh area kantong parkir resmi di dalam dan sekitar kawasan GBK. Beberapa lokasi dengan kapasitas terluas antara lain Parkir Istora yang mampu menampung 257 kendaraan roda empat dan 1.000 kendaraan roda dua, serta Parkir Elevated sisi Selatan dan sisi Utara yang masing-masing dapat menampung 400 unit kendaraan roda empat dan 1.500 unit kendaraan roda dua. Selain itu, Parkir Lapangan ABC juga tersedia dengan kapasitas 150 kendaraan roda empat dan 1.305 kendaraan roda dua.

Pelaksanaan acara ini juga berdampak pada layanan transportasi publik. Bus Transjakarta akan mengalami perubahan pola operasi dan modifikasi lintasan yang diberlakukan khusus pada Minggu pagi, mulai pukul 05.00 WIB hingga 07.00 WIB. Masyarakat pengguna moda transportasi tersebut diimbau untuk menyesuaikan jadwal perjalanan dan mencari informasi terbaru mengenai rute yang terdampak.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar